Thursday, September 5, 2013

Halal atau haram?

Semenjak dapat broadcat message tentang sertifikasi halal ttg tempat makan/minum, saya jadi kepo sendiri soal halal - haram ini. Awalnya sih dikira hoax, tapi krn disertai link, jadinya yakin deh.
Perihal beritanya bisa dibaca di sini.

Tapi soal halal-haram ini, Indonesia memang agak unik. Bila di negara yang muslimnya minoritas, perkara ini sangat jelas. Seperti contoh, ketika saya melancong ke thailand, sang penjual dengan jujur berkata jika makanan yang dijualnya itu haram, atau bilapun tidak memberitahu, sertifikat halalnya terpampang jelas, tidak sekadar tulisan halal saja, tapi sertifikat lengkap dengan menyebutkan badan yang menghalalkannya. Pun begitu saya melancong ke singapura, para penjual dengan senang hati memberitahu bila jualannya haram, sertifikasi halal pun terpampang nyata.....bukan buaian *isssh apaan sih*

Nah, kenapa di negeri ini hal2 seperti itu tidak terpampang nyata dari ujung sabang sampai merauke. Hal2 dasar yang bila dilanggar bisa menyebabkan tertolaknya doa? Malah meributkan hal2 yang "besar" yang sekiranya menimbulkan sensasi?

Oia haram disini, krn zat yaaa... bukan asal-muasalnya. Tapi dampaknya sama bukan?


6 comments:

  1. sebenernya miris ya. di negri dengan mayoritas muslim, masalah halal haram aja masih abu2.
    solaria terangkat karena dia punya brand.
    coba yang pedagang2 kecil?

    yang pake ayam tiren, walau menunya cuma pecel ayam yang notabene HALAL, tapi kalo yang dipake tiren, haram juga toh?

    pernah juga belanja dipasar kue subuh senen. selain kue2an, ada juga makanan kecil kaya somay. booth2 kue2 itu, ga ada nempelin sertifikat halal atau haram toh? tapi untungnya yang jual kesian kali ya sama saya pas saya mau beli somay2an gitu, dia bilang, "mbak ini gag halal".

    dan masih banyak lagi contoh2 yang terkespos di reportase investigasi tapi toh gag ada tindaklanjutnya, apakah akan dikaji halal haramnya.

    endonesa emang aneeehhhh :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah......ngga habis pikir apa aja kerjaan para pejabat yg duduk disanah. atau kl ngga "forum" itu lah..yg suka ribut2 razia sanah-sinih

      Delete
  2. di kicauan saya kemarin sih, intinya:
    1. jika di negara muslim, serti halal tidak diperlukan. justru lebih butuh serti haram. coba cek di arab saudi.

    2. jika mmg serti halal diperlukan,badan pengawasnya mesti kredibel. cek di TL saya kemarin (@mfahmia2705)

    3. cek di TL saya kemarin, serti halal menjadi ajang bisnis. ;-(

    4. cek juga http://tausyiah275.wordpress.com/2011/11/30/lebih-butuh-mana-label-halal-atau-label-haram/

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah serti halal atau haram, intinya sih dipasang biar jelas, biar ngga abu2, supaya ngga ragu2 :)

      Delete
  3. yang penting sih mustinya bukan sertifikat halal nya tapi toleransi antara pedagang dan pembeli, klo pedagangnya kesadaran toleransi beragamanya tinggi pasti bakal bilang lah klo dagangannya haram dan bukan untuk di konsumsi muslim.

    ReplyDelete
  4. Aku awali dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah saja, kalo ngerasa mantep haram yaa jgn dimakan, tapi kalo halal yaa hajar aja.

    Kalo gw selama itu enak yaaa jadi halal hahaha #kaburrr

    ReplyDelete

Mau Komen2 Boleh, asal jangan nyepam yak!!!