Thursday, July 5, 2018

Pengalaman menggunakan sejasa dot com

Maafkan saya yang tetiba rajin apdet blog.....


Jadi begini, menjelang hari raya kemarin, tiba2 mesin cuci bermasalah. mencuci mau, tapi untuk pengaturan pewanginya ga mau. Mulanya saya kerajinan gitu bersihin laci mesin cuci, yang utk menampung detergent dan pewangi, dari situ lah semua berasal. Agak aneh yaaa masa dibersihin trus error. Dan seperti ibu2 kekinian lainnya, semua masalah kl bisa di gugling dulu hahahaha.... nemu satu solusi, katanya pewanginya terlalu kental, so diencerinlah itu pewangi, berhasil? Tidak. Mau cari servis mesin cuci yang semerk, ternyata sudah mulai tutup libur hari raya, ntah wangsit dari mana kok buka situs sejasa dot com.

So, pagi itu sekitar jam 6-an saya iseng aja buka situsnya, isi form dan setengah jam kemudian dihubungi oleh salah satu pemasang jasa di situs tersebut. Dia minta alamat saya, karena ribet dengan urusan jual stroller waktu itu, jadinya saya ga sempat balas, dan terlupakan. Info tambahan, hari itu emang agak padat jadwalnya, melayani yang mau beli stroller (saya sudah posting) sorenya ada undangan buka puasa dari kantor paksu. Karena saya ga sempat balas wa-nya, si penyedia jasa itu, sebut aja PJ, pun menelpon, waktu itu sekitar jam 12-an.

"Halo ibu, jadi mau servis mesin cuci?"
"Waduh, saya ada rencana mau keluar sekitar jam 3 pak, kalau bapak bisa selesai sebelum jam 3 silakan aja datang"
"Bisa bu, posisi saya di jalan baru, sudah dekat ke tempat ibu"
"Baiklah, saya tunggu pak. Untuk tarifnya berapa ya pak?"
"Rp 75.000 per-datang bu"
"Pengecekan aja kan pak"
"Iya bu"
Telepon ditutup, setengah jam kemudian sang PJ datang dan mulai lah di cek setelah saya menjelaskan permasalahan yang ada.
"Wah ini motornya sudah lemah bu"
"Oya? Hanya air untuk pewangi aja yang ga maksimal pak, untuk detergent dan lainnya normal"
"Iya bu, motornya, kalau ga diganti bisa merusak komponen yang lain"
"Bagaimana bapak tau kalau motornya lemah, apa sudah dicek"
"Keliatan kok bu"
"Saya mau tau cara ceknya pak, kok bisa dibilang kalau motornya lemah"
"Nih bu"

PJ itu hanya menunjukkan satu komponen tanpa di cek tapi dia tetap keukeuh pada pendapatnya

"Cara ngeceknya gimana pak, saya mau tau...apa benar motornya lemah"

Grasak-grusuk lah dia buat kabel by-pas, motor langsung di konek ke sumber listrik, sepanjang pengamatan saya sih motor terdengar berputar, tapi ga tau lemah dimananya.

"Tuh bu, lemahkan putarannya"

Saya ga banyak cakap, cuma bertanya lagi. "Berapa harga motornya"

"Rp 475 ribu bu"
"Sudah termasuk pasang?"
"Belum bu, ongkos pasangnya 250rb"

waduuhh shock juga saya, mana mau lebaran, uang segitu mayan juga kan.

"Saya pikir2 dulu deh pak, tolong dipasang lagi aja"

Dia pun memasang motornya kembali, saya lihat ada yg kurang kencang, saya pun menegurnya supaya dipasang  yang benar.

"Jadi berapa pak?"
"150 ribu bu"
Woot????
"Eh, bukannya 75 pak, kan hanya ngecek"
"75 untuk datang aja bu, ngeceknya lain lagi"
Hahhhhhhh.......
"Kan tadi saya telpon tanya tarif bapak bilang 75 kenapa bisa naik 2x lipat gini, saya mau telpon sejasa aja"

Men-dial nomor sejasa, dan berbicara dengan cs-nya, dia bilang memang 75rb untuk pengecekan dan sang cs minta berbicara dengan si PJ, saya pun menyerahkan telepon, tapi ga lama langsung dikembalikan, terputus katanya. Saya redial, tapi si PJ langsung keluar rumah.
"Ya sudah gpp 75ribu juga bu,..."
Lha.....

Kesimpulannya, saya ga bermasalah dengan sejasa dot com, malah saya sangat mengapresiasi mereka karena dengan mudahnya dihubungi untuk mengkonfirmasi pelayanan. Tidak lama berselang, CS dari sejasa dot com pun menghubungi saya menanyakan apakah sudah selesai permasalahannya, saya jawab sudah, dan mereka meminta nama penyedia jasa yg saya pakai.

Begitulah pengalaman saya menggunakan sejasa dot com. Mungkin ada baiknya juga sejasa membuat daftar harga jasa yang mereka sediakan, jadi bisa lebih transparan dan para pengguna jasa pun tidak merasa dibohongi.


Wednesday, July 4, 2018

Berurusan dengan birokrasi

Hari ini rencananya mau buat paspor buat si anak bayi, beneran bayi, karena less than 1 yo. Sudah daftar online, pilih tanggal dan jam datangnya. Saya dan paksu sudah ijin kantor juga setengah hari, yang katanya buat paspor untuk bayi ada antrian prioritas, it's a big NO in my case. Jadi pas datang, tunjukkan barcode pendaftaran online, dikasih nomor antrian, dikasih formulir yang perlu diisi.

Sampailah di meja registrasi, cek dokumen sudah oke, tetiba pas lihat ktp suami, jadi ga bisa, kenapa? karena ktp-el suami masih pake kop kota cilegon, which is ga bisa karena beda dengan alamat kk, iyaaaak kk sudah bekasi, ktp blm dirubah, tau sendiri lah gimana birokrasi di tanah air ini. Ya segala macam blanko ktp-el pun di korupsi ya salaaaam...... eh jadi meracau. Diminta buat ktp sementara di Mal Pelayanan Publik (MPP) bekasi, yang tempo hari digembar-gemborkan bakal memudahkan warga dalam hal pelayanan yg berhubungan dengan birokrasi (apa aja itu? silakan gugling). Saya sempat sedikit ngga mau ngalah dengan berdalih, kan nomor induk kependudukan (NIK)-nya sama, hanya fisiknya aja yang masih pakai kop kota cilegon, si ibuk di meja registrasi terdiam sejenak, trus dia menemui atasannya dan tetap ga bisa. Ibu ke MPP aja, nanti jam 1 bisa balik lagi ke sini. HELL-O, saya bawa bayi yaaaaaa....kl buat saya pribadi sih ga masalah mo bolak-balik sampe jam 5 sore. Lha ini bayi masih nyusu, ruang menyusui di imigrasi itu pun ntah ada dimana, trus blom kl si bayi rewel ngantuk. Lagian pula, anak sudah ada akte, KK, surat nikah, bukan penduduk gelap yes, cuma gegara ktp suami yg belum ganti trus ngga solusinya selain buat KTP sementara?

Malas berdebat, meluncurlah kita ke MPP, yang mana sampai sana antrian buat cetak KTP-el sudah habis aja sodara-sodara, dan kerumunan manusia menggila, udah kayak orang primitif aja masih antri2 gitu....... kalau mau dapat nomor, antrinya jam 3 pagi bu, kata seorang ibu memberitahu. Ya salaaammm.... ga adakah yang lebih mudah? ada x-banner yang menyatakan untuk nomor antrian bisa dipakai aplikasi yang  bisa di donlot melalui playstore, donlot dong.....error dong.... dong dong *sigh*

Cukup menguras emosi ya berurusan dengan birokrasi. Dan barusan suami wa, katanya kl mau buat ktp sementara harus buat pengantar RT-RW-Lurah-Camat. Weeeewwww welcome to 20th century....
Abah.... kita pindah negara aja nyoooksss.


Kenapa sih birokrasi di sini ga berpedoman pada hadits diatas?

Monday, June 11, 2018

Jadilah pembeli yang beretika

Jadi ceritanya saya jualan barang2 preloved ex-bayi lewat jasa titip jual di instagram, sebelumnya saya juga buat toko di salah satu market place, dan so far ga ada yg komplain, karena saya kasih harga yang sesuai untuk barang preloved, kadang cenderung murah untuk barang new ex-kado.

Singkat cerita, minggu lalu saya mulai tipju (titip jual) karena barang2 yg tersisa adalah yang lumayan bulky, yaitu stroller. Sebelum pasang harga saya sudah browsing dong harga pasaran bekas berapa, dan saya bonuskan alas stroller dan stroller hook.

Singkat cerita lagi, ada yang nawar, biasa lah emak2 nawarnya memang sadis, dalam hati saya berujar keknya saya ga gini2 amat klo nawar. Hingga sampai di satu newbie mommy, minat dengan barang yang saya tawarkan, dan dia minta diantar ke daerah cawang, padahal di iklan sudah saya tulis cod bekasi karena saya malas nganter2, krn ga dihitung biaya kirimnya kan, trus saya sebut beberapa titik point bekasi, dia ga tau katanya....diskusi dengan suami, dia bilang gpp lah hitung2 pahala.

Malamnya saya pastikan apakah fix untuk beli stroller? dia bilang oke. Paginya pun saya pastikan, masih oke. Jam 8 pagi saya meluncur dengan rombongan ke bilangan cipinang dari bekasi, gegara si pembeli rikwes maunya dibawah jam 10 pagi krn suamiknya kerja jam 10, sabtu dia bisanya malam, yg mana ga mungkin karena mau tarawih kan yeee...oke back to topic, meluncur jam 8 kurang, jalanan kondusif, bekasi-cipinang via kalimalang bisa ditempuh dalam hitungan menit, kurleb 8.45 lah kita tiba disana. Langsung dong info si pembeli  kalau kita udah sampai. Dan dibalas dia mau berangkat juga, sip lah.... menunggu lah kita dipinggir jalan.

Beberapa menit kemudian si pembeli wa, intinya harga stroller saya dibanding dengan harga stroller baru ga terlalu jauh, trus dia nawar....yaaa maliihhh, kenapa ga malem atau sebelum berangkat sih dia nawarnya, norakkkk! Trus katanya kalau saya ga mau dengan harga yang dia tawar dia ngga mau, buseeett.... hell-o saya udah dipinggir jalan, nunggu nyaris 30 menit, trus dia dengan enaknya membatalkan karena ga mau saya ditawar? KZL ga sih, trus saya sahutin aja, silakan beli yang baru ya, moga berkah. Delete chat, dia masih balas, ga saya baca, langsung delete.

Pembeli nawar.....penjual ga deal, fine
Pembeli nawar....penjual deal, fine

Pembeli ga nawar, penjual hepi..... good
Pembeli ga nawar, trus deal, janjian di tkp trus tetiba batal....? muke lo jaohh

Untuk ibu2/emak2/bunda2....please be wise, jika kita suatu saat di posisi seperti itu gimana? Jangan mau enaknya sendiri. Dan kalau suatu hari...you, diperlakukan seperti itu, inget2 deh, apakah you pernah dzolim sebelumnya dengan orang lain. Agree?