Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Tuesday, January 24, 2023

Gabut Pertama 2023

 

Hai Gaesss...Pa kabar, moga sehat selalu, panjang umur, bahagia dan berkah rejekinya, aamiin.

Setelah long wiken tahun baru cina kemarin, kita mulai lagi bekerja, mencari kesibukan diantara waktu sholat. Postingan perdana nih di 2023. Dan barusan iseng blog-walking ke teman2 blogger, seperti blog saya, blog mereka pun sepi dari postingan 😁 kangen juga euy masa2 tempo dulu ketika masih rajin "nenangga"  komen di blog trus cek milis di email, chat via ym tapi masih suka ngumpul buat kopdar. 

Mungkin bukan jaman yang berubah tapi kitanya yang berubah. Sudah bukan masanya lagi kita kumpul2 kopdar antar komunitas. Hahahihi nongkrong sambil ngopi sampai malam. Sekarang masanya bareng keluarga, lebih mempertimbangkan mengisi sisa waktu ke sesuatu yang lebih bermanfaat. Kumpul-nongkrong boleh sesekali sembari menjalin silahturahmi. 

Makin bertambah usia sudah sepatutnya sadar diri. Biarlah sekarang masanya "adik2" kita yang exist, memang masa akan berganti, akan tiba juga masanya anak-cucu kita, ibarat roda yang berputar atau jarum jam yang bergerak maju.

Semangat di tahun 2023 ya.. Sesuai judul, tulisan ini benar "gabut" dan pengingat diri. Semoga teman blogger jadi teringat juga buat apdet blognya 😇😇


Thursday, July 5, 2018

Pengalaman menggunakan sejasa dot com

Maafkan saya yang tetiba rajin apdet blog.....


Jadi begini, menjelang hari raya kemarin, tiba2 mesin cuci bermasalah. mencuci mau, tapi untuk pengaturan pewanginya ga mau. Mulanya saya kerajinan gitu bersihin laci mesin cuci, yang utk menampung detergent dan pewangi, dari situ lah semua berasal. Agak aneh yaaa masa dibersihin trus error. Dan seperti ibu2 kekinian lainnya, semua masalah kl bisa di gugling dulu hahahaha.... nemu satu solusi, katanya pewanginya terlalu kental, so diencerinlah itu pewangi, berhasil? Tidak. Mau cari servis mesin cuci yang semerk, ternyata sudah mulai tutup libur hari raya, ntah wangsit dari mana kok buka situs sejasa dot com.

So, pagi itu sekitar jam 6-an saya iseng aja buka situsnya, isi form dan setengah jam kemudian dihubungi oleh salah satu pemasang jasa di situs tersebut. Dia minta alamat saya, karena ribet dengan urusan jual stroller waktu itu, jadinya saya ga sempat balas, dan terlupakan. Info tambahan, hari itu emang agak padat jadwalnya, melayani yang mau beli stroller (saya sudah posting) sorenya ada undangan buka puasa dari kantor paksu. Karena saya ga sempat balas wa-nya, si penyedia jasa itu, sebut aja PJ, pun menelpon, waktu itu sekitar jam 12-an.

"Halo ibu, jadi mau servis mesin cuci?"
"Waduh, saya ada rencana mau keluar sekitar jam 3 pak, kalau bapak bisa selesai sebelum jam 3 silakan aja datang"
"Bisa bu, posisi saya di jalan baru, sudah dekat ke tempat ibu"
"Baiklah, saya tunggu pak. Untuk tarifnya berapa ya pak?"
"Rp 75.000 per-datang bu"
"Pengecekan aja kan pak"
"Iya bu"
Telepon ditutup, setengah jam kemudian sang PJ datang dan mulai lah di cek setelah saya menjelaskan permasalahan yang ada.
"Wah ini motornya sudah lemah bu"
"Oya? Hanya air untuk pewangi aja yang ga maksimal pak, untuk detergent dan lainnya normal"
"Iya bu, motornya, kalau ga diganti bisa merusak komponen yang lain"
"Bagaimana bapak tau kalau motornya lemah, apa sudah dicek"
"Keliatan kok bu"
"Saya mau tau cara ceknya pak, kok bisa dibilang kalau motornya lemah"
"Nih bu"

PJ itu hanya menunjukkan satu komponen tanpa di cek tapi dia tetap keukeuh pada pendapatnya

"Cara ngeceknya gimana pak, saya mau tau...apa benar motornya lemah"

Grasak-grusuk lah dia buat kabel by-pas, motor langsung di konek ke sumber listrik, sepanjang pengamatan saya sih motor terdengar berputar, tapi ga tau lemah dimananya.

"Tuh bu, lemahkan putarannya"

Saya ga banyak cakap, cuma bertanya lagi. "Berapa harga motornya"

"Rp 475 ribu bu"
"Sudah termasuk pasang?"
"Belum bu, ongkos pasangnya 250rb"

waduuhh shock juga saya, mana mau lebaran, uang segitu mayan juga kan.

"Saya pikir2 dulu deh pak, tolong dipasang lagi aja"

Dia pun memasang motornya kembali, saya lihat ada yg kurang kencang, saya pun menegurnya supaya dipasang  yang benar.

"Jadi berapa pak?"
"150 ribu bu"
Woot????
"Eh, bukannya 75 pak, kan hanya ngecek"
"75 untuk datang aja bu, ngeceknya lain lagi"
Hahhhhhhh.......
"Kan tadi saya telpon tanya tarif bapak bilang 75 kenapa bisa naik 2x lipat gini, saya mau telpon sejasa aja"

Men-dial nomor sejasa, dan berbicara dengan cs-nya, dia bilang memang 75rb untuk pengecekan dan sang cs minta berbicara dengan si PJ, saya pun menyerahkan telepon, tapi ga lama langsung dikembalikan, terputus katanya. Saya redial, tapi si PJ langsung keluar rumah.
"Ya sudah gpp 75ribu juga bu,..."
Lha.....

Kesimpulannya, saya ga bermasalah dengan sejasa dot com, malah saya sangat mengapresiasi mereka karena dengan mudahnya dihubungi untuk mengkonfirmasi pelayanan. Tidak lama berselang, CS dari sejasa dot com pun menghubungi saya menanyakan apakah sudah selesai permasalahannya, saya jawab sudah, dan mereka meminta nama penyedia jasa yg saya pakai.

Begitulah pengalaman saya menggunakan sejasa dot com. Mungkin ada baiknya juga sejasa membuat daftar harga jasa yang mereka sediakan, jadi bisa lebih transparan dan para pengguna jasa pun tidak merasa dibohongi.


Wednesday, July 4, 2018

Berurusan dengan birokrasi

Hari ini rencananya mau buat paspor buat si anak bayi, beneran bayi, karena less than 1 yo. Sudah daftar online, pilih tanggal dan jam datangnya. Saya dan paksu sudah ijin kantor juga setengah hari, yang katanya buat paspor untuk bayi ada antrian prioritas, it's a big NO in my case. Jadi pas datang, tunjukkan barcode pendaftaran online, dikasih nomor antrian, dikasih formulir yang perlu diisi.

Sampailah di meja registrasi, cek dokumen sudah oke, tetiba pas lihat ktp suami, jadi ga bisa, kenapa? karena ktp-el suami masih pake kop kota cilegon, which is ga bisa karena beda dengan alamat kk, iyaaaak kk sudah bekasi, ktp blm dirubah, tau sendiri lah gimana birokrasi di tanah air ini. Ya segala macam blanko ktp-el pun di korupsi ya salaaaam...... eh jadi meracau. Diminta buat ktp sementara di Mal Pelayanan Publik (MPP) bekasi, yang tempo hari digembar-gemborkan bakal memudahkan warga dalam hal pelayanan yg berhubungan dengan birokrasi (apa aja itu? silakan gugling). Saya sempat sedikit ngga mau ngalah dengan berdalih, kan nomor induk kependudukan (NIK)-nya sama, hanya fisiknya aja yang masih pakai kop kota cilegon, si ibuk di meja registrasi terdiam sejenak, trus dia menemui atasannya dan tetap ga bisa. Ibu ke MPP aja, nanti jam 1 bisa balik lagi ke sini. HELL-O, saya bawa bayi yaaaaaa....kl buat saya pribadi sih ga masalah mo bolak-balik sampe jam 5 sore. Lha ini bayi masih nyusu, ruang menyusui di imigrasi itu pun ntah ada dimana, trus blom kl si bayi rewel ngantuk. Lagian pula, anak sudah ada akte, KK, surat nikah, bukan penduduk gelap yes, cuma gegara ktp suami yg belum ganti trus ngga solusinya selain buat KTP sementara?

Malas berdebat, meluncurlah kita ke MPP, yang mana sampai sana antrian buat cetak KTP-el sudah habis aja sodara-sodara, dan kerumunan manusia menggila, udah kayak orang primitif aja masih antri2 gitu....... kalau mau dapat nomor, antrinya jam 3 pagi bu, kata seorang ibu memberitahu. Ya salaaammm.... ga adakah yang lebih mudah? ada x-banner yang menyatakan untuk nomor antrian bisa dipakai aplikasi yang  bisa di donlot melalui playstore, donlot dong.....error dong.... dong dong *sigh*

Cukup menguras emosi ya berurusan dengan birokrasi. Dan barusan suami wa, katanya kl mau buat ktp sementara harus buat pengantar RT-RW-Lurah-Camat. Weeeewwww welcome to 20th century....
Abah.... kita pindah negara aja nyoooksss.


Kenapa sih birokrasi di sini ga berpedoman pada hadits diatas?

Monday, June 11, 2018

Jadilah pembeli yang beretika

Jadi ceritanya saya jualan barang2 preloved ex-bayi lewat jasa titip jual di instagram, sebelumnya saya juga buat toko di salah satu market place, dan so far ga ada yg komplain, karena saya kasih harga yang sesuai untuk barang preloved, kadang cenderung murah untuk barang new ex-kado.

Singkat cerita, minggu lalu saya mulai tipju (titip jual) karena barang2 yg tersisa adalah yang lumayan bulky, yaitu stroller. Sebelum pasang harga saya sudah browsing dong harga pasaran bekas berapa, dan saya bonuskan alas stroller dan stroller hook.

Singkat cerita lagi, ada yang nawar, biasa lah emak2 nawarnya memang sadis, dalam hati saya berujar keknya saya ga gini2 amat klo nawar. Hingga sampai di satu newbie mommy, minat dengan barang yang saya tawarkan, dan dia minta diantar ke daerah cawang, padahal di iklan sudah saya tulis cod bekasi karena saya malas nganter2, krn ga dihitung biaya kirimnya kan, trus saya sebut beberapa titik point bekasi, dia ga tau katanya....diskusi dengan suami, dia bilang gpp lah hitung2 pahala.

Malamnya saya pastikan apakah fix untuk beli stroller? dia bilang oke. Paginya pun saya pastikan, masih oke. Jam 8 pagi saya meluncur dengan rombongan ke bilangan cipinang dari bekasi, gegara si pembeli rikwes maunya dibawah jam 10 pagi krn suamiknya kerja jam 10, sabtu dia bisanya malam, yg mana ga mungkin karena mau tarawih kan yeee...oke back to topic, meluncur jam 8 kurang, jalanan kondusif, bekasi-cipinang via kalimalang bisa ditempuh dalam hitungan menit, kurleb 8.45 lah kita tiba disana. Langsung dong info si pembeli  kalau kita udah sampai. Dan dibalas dia mau berangkat juga, sip lah.... menunggu lah kita dipinggir jalan.

Beberapa menit kemudian si pembeli wa, intinya harga stroller saya dibanding dengan harga stroller baru ga terlalu jauh, trus dia nawar....yaaa maliihhh, kenapa ga malem atau sebelum berangkat sih dia nawarnya, norakkkk! Trus katanya kalau saya ga mau dengan harga yang dia tawar dia ngga mau, buseeett.... hell-o saya udah dipinggir jalan, nunggu nyaris 30 menit, trus dia dengan enaknya membatalkan karena ga mau saya ditawar? KZL ga sih, trus saya sahutin aja, silakan beli yang baru ya, moga berkah. Delete chat, dia masih balas, ga saya baca, langsung delete.

Pembeli nawar.....penjual ga deal, fine
Pembeli nawar....penjual deal, fine

Pembeli ga nawar, penjual hepi..... good
Pembeli ga nawar, trus deal, janjian di tkp trus tetiba batal....? muke lo jaohh

Untuk ibu2/emak2/bunda2....please be wise, jika kita suatu saat di posisi seperti itu gimana? Jangan mau enaknya sendiri. Dan kalau suatu hari...you, diperlakukan seperti itu, inget2 deh, apakah you pernah dzolim sebelumnya dengan orang lain. Agree?

Tuesday, July 11, 2017

cerita lebaran

Selamat Pagi......
Walau sudah lewat, mau ngucapin mohon maaf lahir dan bathin dari kami, momi-abah dan alana :)

Lebaran tahun ini, kita ngga kemana-mana...beneran ngga kemana-mana, selain krn nenek Alana yang di cilegon sedang umroh, Alana juga kena cacar air alias chicken pox. Timingnya pas banget sehari sebelum libur kerja momi.

Jadi, pagi itu, kamis 22 juni, sehabis mandi pagi alana kok saia liat ada bentol2 berair di bagian punggung, tidak banyak sih, hanya 3 biji, dan ketika ditanya ke si anak apakah gatal, katanya tidak..yasudah saia kasih bedak cair saja, ga dikasih treatment khusus, dan alana tetap dititip di daycare, belom kepikiran tuh kl itu awal dari cacar. Dan pengasuhnya di daycare pun membolehkan alana masuk, sambil dipantau bila ada perubahan suhu akan dikabarkan. Sampai sore saia selesai ngantor, suhu alana tetap stabil, makan masih lancar dan bermain masih aktif. Tapi kata pengasuhnya bentol2 mulai nampak banyak di punggung dan berwarna agak merah. Sepulang daycare, langsung saia bawa ke rumah sakit terdekat dan fix.....cacar air.

Alhamdulillahnya, besok momi sudah libur, daycare alana juga libur, abah libur...jadi bisa total dirumah aja secara kl sakit cacar ga boleh keluar rumah, karena menular. Hari kedua, si bocah masih pecicilan, masih aktif dan suhu badan tidak panas, padahal bentol2 sudah bertambah, kl kata dokter anak, jika anak sudah di vaksin memang efeknya ga terlalu parah, bahkan panas pun tidak. Hari ketiga baru deh si bocah mulai ngga berasa nyaman, rewel, maunya gendong, dan suhu badan mulai hangat, mamak mulai kasih parcet, nafsu makan pun menurun, minum susah, mau susu atau air putih.... mulai deh ujian buat momi dan abah. Alhamdulillah momi udah pernah kena cacar, kl abah ngga jelas... krn kl ditanya ga jawab.

Fase suhu badan naik, hanya satu hari, tapi di hari keempat bocah masih tidak nyaman, makan masih belum mau, untung masih mau melahap kue lebaran, susu mau, air putih tidak banyak, teh manis masih mau, bubur nasi hanya mau buburnya saja tanpa lauk, yasudahlah yang penting perut terisi. Hari keempat, bertepatan dengan hari raya idul fitri, hanya abah yang sholat ied, momi dan alana dirumah.....ya mau bagaimana lagi, jika memaksakan alana keluar rumah, sama aja dzolim kan....sedih, berasa ga afdol puasa ramadhan tanpa ikut sholat ied :(

Kita baru berani ajak alana keluar rumah, bertepatan seminggu setelah hari pertama kena cacar, secara momi sama abahnya juga sudah mati gaya ga bisa kemana-mana dan si bocah juga sudah terlihat sehat, cacarnya sudah mengempis dan mengering. Keluar kemana? halbi ke rumah bosnya abah trus cuss ke PRJ.

Setelah 2 mingguan, gantian si abah yg kena..... ternyata abah blm pernah kena cacar ketika kecil dan kemarin juga dia yg gendong2 bocah ketika rewel.... :)





Thursday, June 8, 2017

dilema menyekolahkan alana

Bulan kelahiran  Alana termasuk dalam bulan kelahiran tanggung utk masuk sekolah, mungkin hanya TK dan SD saja sih yang mengharuskan adanya batas minimal usia masuk sekolah. Lahir bulan november, sementara bulan masuk sekolah di juli, utk ke jenjang TK A saja ada TK yang mensyaratkan min. umur siswa 3,9 tahun. Nah sementara si bocah ini, baru 3.8 tahun bila masuk di bulan juli. Bila dipaksakan masuk, nanti ketika masuk SD, usianya belum genap 6 tahun, bila masuknya di tahun depan, malah jadi yang paling tua di kelas (yang mana yaaa... sekarang banyak yg masuk SD di usia 6-6,5 tahun dengan catatan SD swasta, kl SD negeri mah musti 7 tahun bukan?)

Jadi, walau udah beberapa kali survey TK (eh, cuman 3 TK sih) tapi bikin kita jadi galau, secara fisik bocah ini udah kayak anak 5 tahun, ngocehnya juga..tapi level kemandirian kayaknya masih sesuai umur hahahha.... belom lagi menentukan lokasi dan jarak tempuh, trus kepikiran lagi ketika sekolah usai, krn pulang sekolah harus balik ke daycare... kl di rumah sama siapa? perlu ART kah? Terus terang saia belum terbiasa ada tambahan orang di rumah selain keluarga inti. Ahhh... dilematik banget.

Padahal awal tahun ini, saia dan pak suami sepakat supaya si bocil tetap di daycare aja, tahun depan langsung masuk TK-B, eh gegara beberapa teman si bocah sudah masuk TK, kok kenapa jadi latah buat masukin si bocah ke sekolah, hadeuuuhhh.....

Trus, gimana jadinya? blom ada ide sih, masih galau >,<







apdet :
Akhirnya setelah beberapa pertimbangan, kami tetap memasukkan alana ke daycare. Tahun depan, insyaallah akan kami mulai masukkan ke TK-B sambil mencari sekolah yang sesuai dengan pola kerja kami dan tidak memberatkan si anak. wish us luck ;)

Thursday, January 5, 2017

Random post

Yeayyy.. ngeblog juga di awal 2017

Kenapa jarang ngeblog?
Hmmm... actually belakangan ini agak sedikit boring dengan rutinitas. Pagi antar bocah ke daycare, sore jemput dan diantara itu saya ngantor. Kerjaan kantor juga yg lagi ga banyak, lebih banyak waktu luang yang berimbas mampir ke sana-sini, haha-hihi, cemal-cemil... ngga nyadar timbangan naik dan tetiba ilfil sendiri sama cemilan, trus browsing sana-sini, trus bosen, maunya inisiatip bikin pembaharuan report, tapi trus malas krn ngga ada rewardnya hahahha... #keplak, perlu buka toko onlen kah supaya agak kliatan sibuk di kantor?

Itu cerita rutinitas kantor, senin-jum'at, gimana dengan rutinitas rumah. Sepulang jemput bocah, saia biasanya gegoleran sebentar, bocah biasanya nyemil (padahal udah makan di daycare) sembari nonton tipi, emang saia malas banget bikin bocah produktif, kl ga nonton tipi, si bocah keliling naik sepeda atau otoped-nya didalam rumah, dan kl ngga gegoleran saya ngelipatin baju buat disetrika, yang ngerjainnya nunggu mood bagus. Kadang saia masak utk makan malam, kadang masak komplit kl pas ada bahan di kulkas, kadang masak nasi aja, lauknya beli....lebih sering sih beli krn cuma berdua doang yang makan. Masak sih enak, krn lebih irit dan sehat, tapi cucian piring juga nambah, blm lagi lap-lap dapur krn kena ciprat minyak... #makmalas. Trus jam 9 tidur dan bangun besok pagi jam 5, back to routines again, ya ngebangunin bocah dengan lembut supaya mood-nya bagus, nyiapin sarapan, mandi, mandiin bocah, berangkat - ngantor - pulang, the same routines.

Wiken, biasanya kita cari sarapan diluar, ke pasar, mamak masak, nyuci, jemur, trus cape.. trus bocah ngerengek minta ke mall hahaha... batal irit dahhh kl tiap minggu ngemall, ini jadi alesyan saia maksa si bapake buat cari kerjaan di luar, secara di indo, bekasi terutama, saia sih blm nemu fasilitas bermain anak yang gratis, kebanyakan adanya di mall, ini saia aja yang ngerasa gitu atau ada mamak2 lain yang berperasaan sama?

Eniwei, cukuplah curhatan postingan ngga jelas kali ini, rasa2nya ada yg kurang... tapi ya sudahlah, nanti makin ngga jelas... cu next post?

Wednesday, June 8, 2016

cerita bisul Alana

Dari awal bulan lalu, beberapa bisul muncul di hidung Alana. Iya, bisul... ga salah baca, penyakit kagak elit emang hahaha....awalnya muncul sebiji, kering, muncul lagi, kering lagi begitu seterusnya...ada mungkin 2 mingguan, sebabnya ngga jelas...banyak yang menyangka gegara telur, tapi emaknya unsure sih..secara dari usia 9 bulan Alana udah dijejalin telur, wlo telur ayam kampung dan ternyata she's fine..tidak ada tanda2 alergi.
Hilang totalnya itu.................wlo sekarang masih merah2 bekas bisul tapi ga bengkak lagi, gegara dipencet neneknya, tapi neneknya sih ngga ngaku, bilangnya pecah sendiri, tantenya alana malah yg laporan ke saia klo si nenek yg pecahin bisul alana hahaha... ya gpp sih nek. Dan setelah itu bisul ngga muncul lagi di hidungnya, ampuh tenan itu pencetan si nenek. Oia pengobatan selama bisulan itu dikasih salep resepan dokter..lupa namanya apa, tapi ga ngefek banyak, ngefeknya ya dipencet, kl kata orang2 sih dikeluarin darah kotornya... bingung juga anak 2 tahun udah ada darah kotor (~,~")

Eniwei, kelegaan ga berlangsung lama, karena bisul muncul kembali, kali ini dibagian belakang tubuh, sekitaran pangkal lengan dan ukurannya....sebesar telor aja, subhanallah... apalagi ini? telur udah di stop utk dikonsumsi oleh si bocah, trus apa dong penyebabnya? berhubung makin besar dan meradang googling lah emaknya, ga ke dokter, trus ketemu salep bactroban setelah membaca disalah satu blog dengan kasus yg sama yaitu anak balita dg bisul. Malam2 lah pak suami ke apotik, langsung di oles malam itu, 3 hari pakai tidak ada tanda2 akan sembuh, air mandinya pun sudah dicampur dettol sebagai antiseptik. Sampai suatu pagi, ibu2 tetangga sebelah rumah melihat kondisi alana, trus dia menyarankan utk memakai telor kodok... wait, what??? telor kodok, kebayangnya langsung the real telor kodok. Iya, di pasar ada kok, kata si ibu. Tuh kan saia ngebayang lagi the real telor kodok ditemplokin ke bisul alana, kok jadinya geli ya... hiyyy... Sementara sarannya saia keep dulu ya bu, but thanks anyway dan pengobatan pun dilanjutkan ke salep bactroban itu.

Senin pagi, puasa hari pertama, saat mengantar alana ke daycare, berhubung bisul makin membesar, si bocah jadi trauma utk buka dan pakai baju, mungkin nyeri sangat, jadi aktifitas mandi dan lain buka-pakai baju cuma emaknya yg bisa handle. Jadilah titip sama si ibu pengasuh kl alana ngga usah dimandikan sore, biar emaknya aja yg mandiin dirumah. Ketika dilihat karena ada bisul, si ibu pun menyarankan hal yang sama seperti ibu tetangga sebelah rumah, yaitu telor kodok. Belinya dimana bu? tanya saia. Di toko obat cina, depan stasiun bekasi ada kok, katanya menginformasikan. Langsung lah cus WA abahnya alana supaya pulang kerja beli telor kodok obat bisul. Malamnya langsung saya eksekusi, salep di stop dulu. Ajaib, baru 3 kali pakai, semalam si bisul pun pecah dengan sendirinya, saat si bocah tidur. Isinya keluar tanpa dipencet, mengalir begitu saja, alhamdulillah. Pagi ini, si bocah menolak untuk dipakaikan obat kodok, bisulnya sudah mulai mengecil, menyisakan satu titik luka yang masih basah, tadi sih perawatannya saya lap saja dengan cairan lactacyd baby yang diencerkan, niatnya mau dikompres tapi si bocah sudah cranky, yowislah bisulnya kempes aja emaknya dah hepi banget.

Moga ga ada bisul susulan ya nak, aamiin.

Tuesday, March 1, 2016

punya mobil......bikin garasi dongggg

Pagi hujan........bocah drama, ngga mau sekolah katanya, yang artinya ngga mau dititip ke daycare, mau disini aja, momih ngga usah keja (= kerja). Kemarin pun begitu, jadi sudah 2 hari ini, Alana menolak di titip ke daycare, awalnya sih dia pilih dirumah aja, udah diancam kalo akan ditinggal karena momih sama abahnya kerja, si  bocah balas nyahut gapapa (-,-") tapi pas liat kita sudah rapih, dia menggalau juga, akhirnya dia maunya kerumah nenek.

Saia rada segan klo ke rumah neneknya Alana bawa mobil, krn letaknya di gang yang pas-pas-an untuk 2 mobil, itu pun mobil ukuran lcgc, kadang mobil satu sama becak aja udah nutupin jalan. Berhubung hujan, terpaksalah bermobil kesana. Dan bener aja, baru sampai jalan utamanya udah berjejer mobil parkir, tamu??? saia rasa bukan, sudah terlalu sering saia melihat mobil itu parkir ditempat yang sama dan masih terlalu pagi untuk bertamu. Bagusnya masih bisa dilewati, nahhh pernah kejadian ngga bisa lewat krn sebelah kanan mobil "numpang" parkir dan sebelah kirinya motor yang juga numpang parkir.....arghhh, diklakson kagak nongol si empunya, klo sepeda mungkin bs digeser, lha mobil...mau didorong? atau motor yang ternyata di kunci stang... sighh.... sabar...sabar.... daripada nambah keriput.

 Ya... mbok klo mampu beli mobil ya mampu juga dong bikin garasi, ada juga yang udah punya garasi, tapi krn garasinya dipakai motor jadinya ngga bisa masukin mobil. Bukan bermaksud meremehkan, rumah ukuran 6 x 10, di gang yg pas-pas-an, anaknya 3, motor satu anak satu, blom bapak atau ibunya punya motor juga, trus beli mobil juga. Baiknya pindah rumah aja ke tempat yang lebih besar, atau yaa.. dikorbankan satu ruangan dirumahnya buat dijadiin garasi. Adalagi yang rumahnya di gang yang cuma motor doang bisa lewat, eh kebeli mobil trus mobilnya diparkir aja di pinggir jalan, atau depan toko yang entah siapa yang punya. Itu sama aja lho dengan menghalangi rejeki orang krn tokonya terhalang mobil situhhh.

Iyeee..saia sinis, nyinyir....sama nyinyirnya sama dealer mobil atau sales2 mobil itu, ya mbok di surpei dulu dong, jangan cuma mikirin target penjualan.........atau pemerintah bikin sistem atau peraturan soal kepemilikan kendaraan, bukan hanya dari sisi pajak progresifnya tapi dari sisi kelaikan tempat tinggal, secara tata kota khususnya di bekasi ini, udah sulit utk di tata ulang.



Thursday, February 18, 2016

pengalaman belanja onlen di hijup.com/id (2)

Alhamdulillah, barang pesanan di hijup datang juga pagi ini, cepatnyaaa. Saia cek dan semuanya sesuai dengan pesanan.



So, untuk tim hijup..maapkan saia karena kemarin udah suudzon. Next time klo dapat voucher diskonan, bakal belanja lagi lah yaa... hahhaha... saia kan modis alias modal diskon :D


Tuesday, February 16, 2016

pengalaman belanja onlen di hijup.com/id

Ceritanya pengalaman kurang mengenakkan, atau saia cuman baper doang yaa... ya gpp lah.

Jadi ceritanya pas liat email kemarin malam, ada email dari tim-nya hijup, ternyata dapet voucher diskon. Sebagai penggemar diskonan, saia ngga mau melewatkan kesempatan ini, ya emang sih S&K berlaku, jadi harus belanja dulu 250rb baru dapat diskon 70rb, ya lumayan laahh.

Jadilah pagi ini saia menyambangi situs belanja online tersebut, kebetulan juga, lagi pengen beli celana..pas kan yaa *inimahdipas-pasinaja*, ternyata celana yang saia pengen masih dibawah limit penggunaan voucher diskon, so... belanja lagi lah... *iyaaa..emang ratjun sekali belanja online inih* cari deh barang2 sale di situs itu, guna ngelengkapin nominal aja dan emang barang yg kudu dipakai sama saia nantinya. Singkat kata, sudah genap tuh nominalnya, lebih 5ribu perak malah, gpp lah kan nanti dapet diskon. Trus saia checkout, trus masukin voucher dan berhasil *horeee* nilai belanjaan berkurang menjadi Rp 185rb saja, ketika klik "I am ready to order" kok nothing happen yaa? Login sudah... kelengkapan alamat kirim sudah, kok ngga mau beranjak ke tab selanjutnya.


Coba menghubungi cs dengan live chat, katanya akan dibantu dipesankan. Oke lah...problem almost solved, dan saia dikasih waktu 1x12 jam untuk menyelesaikan pembayaran. Notifikasi pembayaran dikirimkan juga via sms. Langsung lah saia bayar dengan internet banking, trus nanya, apakah saia akan dapat point untuk pembelanjaan ini, sang cs menjawab tidak, krn dibantu diorderkan... lho? ya sudahlah ngga banyak cakap. Pas mau nanya lagi, mengenai pengiriman order, si mba cs-nya keluar chat :(


Yaa semoga aja order saya dikirimkan, nanti saia apdet klo barang sudah diterima.
Sekian curhatan saia, bakal pikir2 lagi deh klo mau belanja di situs ituhh..



Tuesday, January 12, 2016

diet kantong plastik



Jaman, nyokap saya muda, kayaknya klo blio ke pasar, jarang saya lihat membawa plastik, lebih sering membawa keranjang belanjaan yang entah terbuat dari plastik atau anyaman bambu atau serat kayu yang bisa dipakai berulang kali, dan bila selesai pakai blio rajin membilasnya supaya tetap bersih untuk bisa digunakan keesokan harinya. Tapi sekarang2 ini, jarangggg banget saya lihat ibu2 belanja dengan menenteng-nenteng tas belanjaan, nyokap pun ikut2an demikian. Kenapa yaa? apa karena dinilai tidak praktis? atau tidak ada planningkah untuk belanja ke pasar, jadi tidak mempersiapkan diri untuk membawa tas belanjaan?

Saya suka sebal dengan tumpukan kantong plastik kresek dirumah, sudah dirapihkan bahkan ada beberapa juga yang dipakai untuk wadah sampah tapi sepertinya tidak kunjung habisnya  lebih sebal lagi klo kreseknya berwarna hitam dan kadang berbau. Apalagi klo kebetulan sedang tidak masak dan membeli makanan diluar, bisa 5 kantong kresek dibawa pulang untuk sekali makan. Pun bila ke pasar, beli tempe diplastiki sendiri, ikan..bisa berangkap-rangkap karena rentan rembes basahan dari si ikan, belum sayur-sayuran..belum lagi bila belanja buah, belum lagi klo si pak suami jajan kue-kue kecil......tambah banyak aja tuh koleksi plastik kresek yang masuk ke dalam rumah. Tambah manyun aja si nyonyah rumah :(

Dan sudah beberapa minggu ini, saya mulai mendisiplinkan membawa kantong kresek dari rumah. Di jok motor saya taruh satu agak besar, beberapa di dalam mobil, dalam tas yang sehari-hari saya pakai, bahkan di meja kantor pun saya stok juga. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika saya mendadak melipir ke minimarket atau mendadak mampir belanja, jadi tidak perlu menambah koleksi kantong plastik saya. Iya sih ada beberapa minimarket bahkan big-market (agak segan nyebut hyper-market krn terkesan branding) yang sudah menyediakan kantong penganti kresek tapi.... mbayar alias beli, harganya sekitar 15rb-an, errr..mahal yaak padahal bisa dipakai ulang juga hahaha... #makirit

Eniwei, pernah saya belanja di salah satu minimarket,  dapat tatapan aneh dari para kasir krn bawa kresek sendiri mah udah biasa saya alami, nyantei aja. Tapi bukan itu, jadi suatu ketika saya belanja di super**do, selesai transaksi dikasir saya keluarin lah plastik kresek bawaan saya, mbak-mbaknya senyum2 aja sambil memasukkan belanjaan saya kedalam plastik kresek. Selesai melakukan pembayaran si mbaknya bilang, "ibu dapat potongan Rp 200,- karena tidak menggunakan kantong plastik." wohooo...cengo' saya...bukan krn diskonnya dikit, tapi  krn minimarket tsb telah memberikan apresiasi kepada pelanggannya yang tidak menggunakan kantong plastik dengan memberikan potongan harga langsung. Good job!

Mengenai diet kantong plastik ini, ternyata pemerintah tertanggal 21 Februari mendatang akan menerapkan kantong plastik berbayar, Nice...! Sepertinya beberapa negara tetangga kita sudah menerapkan hal tersebut yaa... trus waktu saya ke IKEA Alam Sutera, pihak toko juga tidak menyediakan kantong plastik, akan tetapi diharuskan membeli kantong belanja yang memang telah disiapkan oleh pihak toko, tidak mau beli? silakan tenteng sendiri barang belanjaan anda :D

Kayaknya, resolusi saya di 2016 ga muluk-muluk.... pengen diet kantong plastik aja. Yukss....


Tuesday, October 27, 2015

menyapih alana

Awal bulan oktober, saya terpaksa meninggalkan Alana selama 3 hari 2 malam karena ada acara kantor, padahal kala itu Alana sedang muntah-muntah karena diajak mudik ke kampung neneknya Alana pas lebaran idul adha kemarin. Saya juga kurang tau apa penyebabnya, masuk angin atau bakteri atau radang tenggorokan? Kasus pertama Alana muntah2 karena radang tenggorokan. Nah kali ini kejadiannya setelah pulang dari wisata ke jati gede. Feeling awal kirain masuk angin, beli lah tolak angin anak, balur kayu putih...tapi ga membaik, coba diurut... ga juga membaik. Sepertinya muntah2 kali ini lebih parah dari sebelumnya. Sekadar air putih pun bisa bikin dia muntah. Singkat cerita, setelah ke dokter dan diberi obat anti muntah, alana membaik, baru 3 hari membaik harus pula ditinggal emaknya hikss...ya mau dikata apa, tugas negara yang ga bisa ditolak.


Selama 3 hari ditinggal, Alana minum susu kotak uht, maksudnya biar neneknya yg jaga ga repot seduh2 susu jika si bocah bangun tengah malam. Emaknya pun ga lupa bawa pompa asi, jaga2 klo tetiba si PD membengkak bisa langsung pompa, dan bener aja, kejadian tuh PD bengkak...pumping-pumping like i used to be hehehehe...dan langsung melow karena hasil perahannya langsung dibuang :(

Sesampainya dirumah, nenek langsung laporan ttg si bocah, alhamdulillah bocah ini berkelakuan manis dan ngga nyusahin selama ditinggal, muntah-muntahnya pun sembuh, tapi pas emaknya dateng malah maunya gelayutan aja, kangen ya nak.... momih jugaaa *hugss* Dan tiba2 terbersit ide dari nenek buat menyapih si bocah. Kok emaknya jadi sedih, tapi ya diturutin aja deh sabda ibu ratu, dikasih lah perasan air sambiloto ke daerah puting, eehhh ngga ngaruh, anaknya tetap aja nenen dengan penuh perasaan *secara ngga ketemu nenen selama 3 hari*. Sorenya setelah mandi ramuan sambiloto dioles lagi, kali ini mungkin baru berasa pahit, si bocah protes, sempat musuhan sama nenen tapi tatapannya penuh harap.... duh ngga tegaa, berusaha tegar dengan pendirian, abahnya sibuk mengalihkan perhatian si bocah dari nenen, dikasihlah susu kotak....ga lama berselang malah muntah, pake acara nangis2, mungkin trauma sama muntah2nya yang kemarin. Ya sudahlah... karena belum tega, dicucilah ramuan sambiloto yang sudah dioles, dan dikasih nenen-lah si bocah.

Maaf ya nak, telah dengan paksa menyapih... biarlah kamu saja yang mutusin kapan maunya berhenti ngasi :)

Thursday, June 18, 2015

mak comblangnya ciut


Hmmm... saya pernah bikin postingan soal nyomblangin orang ngga ya? sepertinya sudah, eh atau ngga posting tapi bercerita langsung...isshh lupa, sudahlah saya cerita lagi. kali ini tokohnya beda, intinya sama.


Setelah sukses mencomblangi teman kantor lama dengan errr..... how to say it ya? temannya teman, ga ada niatan lagi buat jadi  mak comblang. apalagi status saya dulu masih single gituh... kl pun ada yg available, lebih baik buat saya aja kan hahahaha...

eniwei, wiken lalu ketemuan sama genk SMP, ceritanya kumpul2 sebelum puasa. ngga usah dibayangin bakalan banyak yg hadir. hanya 4 biji + bawaan masing2. saya bawa lana dan pak suami, teman saya ada yang bawa ponakan, teman saya yang anaknya udah pada gede ngga bawa anak karena anaknya  ngga mau. nah temen yang anaknya ga mau ikut ini sebut aja BUNGA, berstatus janda anak 2, saya  ngga akan cerita kenapa bercerai.

Bunga ini pegawai di salah satu pabrik elektronik di kawasan cileungsi, anaknya 2 laki-laki semua, umur setahun diatas saya. Ketika sholat maghrib, saya dan bunga sholat bergantian, selama perjalanan ke mushola dia curhat tentang keinginannya untuk menikah lagi, dan Gonggg.. kenapa saya langsung terpikir rekan kerja seruangan saya yang duda ya... sebut aja Mr. T. Nah masalahnya si mister ini udah mau pensiun tahun depan. Jadi kurang lebih usianya 55 tahun. Dan saya pun cerita perihal mister ini. Ngga dinyana, bunga tertarik dan tidak ragu untuk kenalan dengan beliau. Saya pun berjanji untuk mengirimkan foto si mister kepada bunga.

Oke done, perkara mudah saya pikir pada waktu itu. Pak suami pun mendukung rencana ini, sip deh senin pagi saya ngomong ke mister T. Senin tiba, keliatannya kok susah dapet momen nih buat ngomongin masalah pribadi... phewww... ganti hari selasa, sibuk sama kerjaan masing-masing, hari rabu... puffttt mak comblang ciut, hari ini pun mak comblang blm berani... huwaaaa bunga, maapkan akuhhh ngga punya cukup nyali.

Kapan dong ngomongnya, udah mau seminggu nihhh *hadeeuhhh*

Friday, December 19, 2014

Run...Alana...Run





Judulnya ngga janjian lho sama tante Mila, karena memang tante Mila yang lebih dulu berlari ;). Kebetulan aja sih, secara anak bayi ini udah mulai jalan di usia 12 bulan 2 minggu. Beban emaknya rada berkurang dalam hal gendong-menggendong, cuma nambah ngos-ngosan kl kejar2an apalagi pas disuapin makan hehehehe...

Time goes so fast or the baby growns up fastly?
Will miss the moments when I carrying you while you're still a li'l baby :'(




Tuesday, November 4, 2014

jelang satu tahun

Ahhh waktu memang tak terasa, saat senin menyapa..tiba2 sudah jumat, baru ngantor jam 07.30 tau2 udah 16.30... baru aja melewati masa2 morning sickness, ngga terasa sudah ready to launch. Kala masa2 puting lecet krn menyusui, eehh...ngga taunya si bayi kecil ini udah numbuh gigi, mau ulang tahun pulak *sungguh saya terharu*


Memang waktu tak terasa, pumping di sela jam kerja, nenteng2 cooler bag, bangun subuh buat nyiapin mpasi. (selalu) datang ngantor telat, pulang tengah hari buat ngASI, all that routines... tapi happy untuk menjalaninya. Semuanya terbayar, bila disambut senyum dan gelayutan manja si bayi.


Menjelang satu tahun ini, bayi ini sudah mulai bisa nolak, siap2 mau jalan wlo masih di tatih, hobi banget manjat2 terutama badan momi dan abahnya, kl di babywalker udah kyk pembalap aja, serrr sana-sini.  Alhamdulillah baby Lana ngga susah makan, tapi udah nolak ASIP di usia 8 bulan :'( jadi nen-nya nunggu momi pulang tengah hari atau disendokin (paksa) sama nenek. Hobi denger musik, nonton kartun dan iklan di tipi...ngga bisa diinterupsi klo sedang menikmati hobinya. Bisa pelit apalagi dg makanan kesukaan, banyak mau-banyak gaya... really makes my day. Love you baby :*



Friday, October 18, 2013

ketika keracunan tipi berjualan

Naksir inih! Mau punya inih!


gegara sesorean kemarin sepulang kerja, mati gaya nungguin swami pulang....tapi mati gayanya jadi nonton tipi yang nanyangin produk jualan itu looh...iiih ga asik banget :(

jadilah berniat hari ini mau browsing situsnya www.oshop.co.id eh kok barang yg saya taksir malah ngga kliatan di deretan produk yang dijual yak?! kenapah??? udah mupeng sambil bayangin tu jemuran bakal nangkring di teras yg seuprit hihiihii... *lebay*  nasip punya hunian "minimalis".



eh trus, gimana mo pesennya ya...  lha wong di situsnya aja ngga ada, berarti harus by phone utk order? iiihhh ga cihuy ah...

ada yang tau dimana lagi bisa pesan barang yg kek gini selain melalui oshop?
sharing yaaaa.... tengkiyu

Monday, September 23, 2013

kasih-an atau kasih-in

Seminggu full menggunakan angkutan umum, menambah rasa pesimistis saja dibanding rasa simpatisnya. Lho kok simpatis? Iya...kadang kl lagi antri aka macet dijalan, ngeliat wajah melas para supir angkot dengan penumpang yang hanya satu-dua terbersit rasa kasihan, ngga heran jika mereka bela2in ngetem nunggu bubaran pabrik atau sekadar nunggu 1 orang penumpang diujung gang, yang pada akhirnya lebih sering si penumpang ngga jadi naik krn beda arah. Atau jalan dengan kecepatan maksimal 20 km/j dan kita misah-misuh dibelakangnya sambil tangan ngga jauh dari tombol klakson.

Yaaaa... kl ngelihat itu jadi simpatis sama supir angkutan umum. Tapiiiii kl sudah jalan kayak ngga sadar bawa manusia, sradak-sruduk, ngerem mendadak....huh dongkol. Blom lagi seenaknya ambil jalan yang lain, main nyelip ditengah kemacetan....arrghhh elus2 dada aja cuman bisa maklum.

Nah itu baru dari sisi si angkutan umumnya, terkait dengan kasihan atau kasihin adalah banyaknya pengamen yang turun-naik angkutan umum dengan kacrak-kecrek kadang akustikan ngga jelas. Dalih-dalih minta belas kasihan krn blm makan.....mengamen lebih baik daripada mencopet..... dengan dandanan punk, beranting, dekil, dan kadang bertato. Belum lagi muka galak, tampang mabok, ngoceh ngga jelas dan......maksa!

Pengalaman seminggu menggunakan angkutan umum, tidak sedikitpun niatan buat memberi pengamen2 itu recehan. Buat saya mereka itu pemalas.....! Beberapa penumpang ada yang memberi tapi terlihat raut yang tidak ikhlas dan setengah terpaksa. Bagi saya memberi hati pada mereka bukan mengurangi populasinya malah semakin bertambah. Ini bagian yang bikin rasa pesimistis menggunakan angkutan umum.

Pernah seorang penumpang menegur temannya yang memberi receh pada pengamen jalanan, dia bilang jika memberi, tidak hanya pengamen tapi asongan, pengemis dan bila tertangkap tangan akan dikenakan denda sebesar Rp. 100.000,- oleh pemerintah DKI. Entah peraturan itu benar adanya atau baru isu, tapi saya mendukung sekali jika benar adanya. Jika pun baru isu, ayoo dong dibuat peraturan itu.....masa iya ada pengemis yang berpenghasilan Rp 700.000,- per-hari dari meminta2 .... dan itu bukan di jakarta lho, GILAAAA!!!!

Berhubung peraturan blom ada, ngga ada salahnya kan dimulai dari diri sendiri.....STOP kasihan dan JANGAN kasihin uang pada pengamen, anak jalanan dan pengemis.


Monday, September 2, 2013

manusia (mudah) berubah


Seorang “besar” pernah menuliskan ini untuk saya :
“Menurut pendapat saya: jabatan adalah amanah yg harus kita jalankan dg sebaik-baiknya.. (Apapun resikonya). Kalau berjalan di jalan yg benar, jangan pernah merasa takut. Jabatan adalah titipan sesaat, tetapi nama baik akan kita bawa sepanjang masa. Jadi jangan pernah takut...”
Kala itu saya sedang “bertarung” dengan system lama yg perlu pembaharuan segera.  Saya merasa kata2nya bagai embun pagi hari ditengah kemarau yang berkepanjangan. Terdengar bijak dan penuh dukungan untuk saya yang tengah “bertarung”. Berdasarkan kata2 itulah saya meneruskan “perjuangan”.

Kata2 3 tahun yang lalu……… tapi manusia itu berubah, entah memang krn keadaan, keinginan untuk berubah, atau pesanan? Wallahu alam, we never knew. Sekarang… seorang “besar” itu, yang pernah sangat saya percaya mendukung saya dalam “pertarungan” dulu, BERUBAH…..berubah menjadi “benteng” yang menghalangi jalan saya untuk melangkah maju dengan cara yang tidak sebijak tuturnya dulu.

Well, what should I do? Perlukan saya mengibarkan bendera untuk memulai “pertarungan” terhadapnya? Atau saya berdoa saja biarkan Allah yang “bertarung” dengannya?

Monday, August 26, 2013

Move in, move out atau move on?



Gilak! Selama nyaris 11 tahun kerja di perusahaan ini dah nyaris 4 kali saia pindah divisi. Dari awal di IT sesuai dengan ilmu yang dulu dipelajari, lalu pindah ke PPIC, pindah ke Warehouse dan baru minggu lalu saia diinfokan klo akan pindah lagi ke divisi lain per-september depan. 

For me, it's not a big deal..... namanya jg karyawan ya terima nasip aja. Malah ini kesempatan bagus buat belajar banyak hal. Kl umumnya orang harus pindah perusahaan terlebih dahulu untuk merasakan kerjaan lain, nah saia tetap dikebun yang sama dengan sangkar yang berbeda....alhamdulillah

Deal lainnya ya harus back to zero lagi... belajar beradaptasi, tidak hanya dengan rekan kerja yang "baru" tapi bos yang "baru" juga yang belum diketahui karakternya, sistem dan prosedur baru ummm apalagi yaaa..... Saia excited akan hal-hal baru........apalagi bila diikuti dengan gaji yang juga baru, insyaallah :)

So, wish me luck, guys!

nyomot gambar dari sini