Showing posts with label oase. Show all posts
Showing posts with label oase. Show all posts

Wednesday, June 5, 2013

Orang Baik itu Istimewa

Postingan berikut, ada satu paragraf yang saya copas dari ROL.


Sudah menjadi kebiasaan antara saya dan swami buat bertukar cerita selepas rutinitas harian, kadang kejadian lucu yang ditemui dikantor atau disepanjang perjalanan pergi-pulang kantor, kadang kejadian menyebalkan, kadang juga kejadian mengharukan. Biasanya saya sih yang lebih banyak omong, dan dia selalu bertindak sebagai pasangan yang baik, tidak hanya mendengarkan kadang meng-iya-kan tindakan yang saya (kadang) frontal.

Sebagai contoh, beberapa hari ke depan, bos GEDE.... iya bos gede banget bakal berkunjung ke kantor saya. Udah bisa nebak sih, beberapa yang suka "showing" bakal grabak-grubuk. Salah satunya atasan saya, trus dia minta saya buat ngurus masalah bikin panggung. Woot? is that written on my (unpublished yet) jobdesc? Berhubung kemarin2 itu saya beneran agak sibuk karena bertepatan dengan tutup bulan. Dengan pasti saya tolak! Dan sudah beberapa kali saya menolak mengerjakan hal2 yang tidak tercantum di jobdesc, salah satu yang saya ingat ketika dia meminta saya untuk membuat quality objective department. Sebenarnya penolakan itu bermuara akan ketidakjelasan status saya sebagai pekerja, SK tidak ada, Jobdesc tidak jelas. Jadi apapun yang dia suruh jika menurut saya tidak sesuai dengan kapasitas saya di warehouse dengan tegas akan saya tolak.

Dan bila saya bercerita tentang itu, swami saya dengan sabar mendengarkan, manggut2 kadang berujar, "iya neng, jangan mau", seolah menyetujui dan mendukung tindakan saya. Dan saya merasa diatas angin. Sampai malam itu dia menyodorkan tabnya dan meminta saya membaca sebuah artikel. Makjleb... saya tertohok, memang saya  merasa sudah dikhianati dengan ketidakjelasan status saya sebagai pekerja, tapi seharusnya hal itu tidak membuat saya menjadi orang tidak baik. Bersikap sinis dengan atasan atau dengan yang lainnya gara2 "pengkhianatan" mereka. Saya tidak berani berjanji untuk berubah, tapi saya berusaha utk tetap menjadi orang baik. karena orang baik itu istimewa :)


Jadi, jangan lelah berbuat baik meski tidak ada orang yang melihat dan memujinya. Jangan lemah semangat meski kebaikan kita tak diakui bahkan mungkin dikhianati oleh manusia. Kita berbuat baik adalah karena kita ingin menjadi manusia istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Makasih hubby buat sharing artikelnya......lop yu :-*



Tuesday, February 5, 2013

Semangat, Dev!

Sesulit apapun keadaanmu, yakinlah bahwa kamu sedang digerakkan kearah yang lebih baik, tetap berdoa, berusaha dan selalu bersyukur

Kutipan yang sangat indah, sesuai dengan  apa yang sedang saya hadapi akhir2 ini. Membuat seakan saya terbangun kembali, jadi semakin bersyukur bahwa Allah telah banyak melimpahkan hal2 yang jauh diluar ekspektasi.






Semangat!
#501 posts

Thursday, April 7, 2011

inspiring quotation

copas kutipan ini dari salah seorang teman, so inspiring :)


Ketika kerjamu tidak dihargai maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika  hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kau merasa sedang sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN

punya kutipan lain? please, feel free to share ;)

Tuesday, May 4, 2010

Terima Kasih : utk yang tidak melupakan

Atas ucapan baik pantun, sms, telepon maupun wall di fesbuk... moga doa-doa kalian dikabulkan oleh Allah.. dan saya tidak bisa berkata apa-apa selain berharap, semoga Allah yang membalas doa-doa kalian terhadap saya.... :)




amiiien... amiiien...amiien... ya Rabbal'alamiiien

Tuesday, December 22, 2009

Selamat Hari, Ibu... :)

    Mama selalu cerewet
    Pernah kita ngomel klo dia cerewet?
     Pernah

    Pernahkah kita cuekin dia?
     Pernah

    Pernahkah kita mikir apa yg dia pikirkan?
     Ga

    Sebenarnya apa yg dia pikirkan?
     Keluarga

    Takut ga bisa liat kita senyum,nangis/ketawa
    Takut ga bisa ngajar kita lagi
    Karena waktunya singkat
    Saat mama menutup mata
    Ga ada lg yg cerewet
    Saat kita nangis manggil2 dia

    Apa yg dia bales?
    Dia cuma diam tdk berkata apapun
    Tapi bayangannya tetap disamping & berkata

    "anakku jgn nangis Mama masih disini, Mama masih sayang kamu"


note : sebuah PM dari teman, yang membuat sudut mata saya berkaca-kaca sesorean ini...seraya menyadari dan bergumam dalam hati,  LOVE U SO MUCH, MOM muaaaach.....

Tuesday, September 1, 2009

Nikah, emang harus?

tersinspirasi oleh note-nya hanny di fesbuk maaf, han.. gw colong judul note-nya

well, kembali ke topik "Nikah, emang harus?"
emang harus ya? hmm... berikut beberapa hadits yg saya temukan, yang bisa menjawab pertanyaan diatas dlm lingkup yang islami :)

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)


wew.. klo ga nikah ga diaku sebagai umat Nabi Muhammad SAW... hiiyyy


Monday, February 9, 2009

Ketika....

Ketika wajah ini penat memikirkan dunia maka berwudhulah,
Ketika tangan ini letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah,
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah maka bersujudlah,
Ikhlaskan semuanya dan mendekatlah padaNya.
Agar kita tunduk di saat yang lain angkuh,
Agar kita teguh di saat yang lain runtuh,
Agar kita tegar di saat yang lain terlempar



- Sometimes God gives us a difficult path so we can see how strong we are -

Friday, January 18, 2008

Selamat berpuasa...

Pada tanggal sepuluh Muharram (hari Asyuro), umat Islam dianjurkan berpuasa sunnah untuk mengenang kemenangan nabi Musa A. S dari kejaran Fir’aun.

Pada waktu itu Nabi Musa beserta pengikutnya Bani Israil keluar dari Negara Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh tentara Fir’aun. Mereka hampir tidak bisa lolos dari pengejaran karena harus menyeberangi laut di sebelah utara Laut Merah, tepatnya di Great Bitter Lakes sebelah utara Terusan Suez. Namun Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukul laut itu dengan tongkatnya. Terbelahlah laut itu hingga terbentanglah jalan raya di tengah-tengahnya. Dengan pertolongan Allah SWT, Nabi Musa beserta kaumnya dapat selamat sampai di seberang, sementara Fir’aun dan pengikutnya yang ketika itu masih berada di tengah-tengah laut, belum sempat sampai ke daratan. Laut itu kembali ditutup seperti biasa, lalu tenggelamlah mereka.

Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (QS Al-Baqarah 2:50)

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (QS Yunus 10:92)

Tubuh Fir’aun memang masih utuh setelah tenggelamnya. Jasadnya terdampar di pantai. Jasad yang kemudian diketemukan ini dibalsem dan dijadikan mummi agar dapat menjadi bukti nyata bagi kita generasi sesudahnya untuk mengambil pelajaran dari kisah Fir’aun.

Dari buku Atlas of the Qur’an dituliskan bahwa nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 136 kali di dalam kitab Al-Quran, dari 34 surat yang berbeda.

Puasa Asyuro memang tidak wajib, namun kebiasaan puasa ini sudah ada sebelum datang perintah kewajiban puasa Ramadhan. Bahkan sudah ada pada zaman jahiliyah (sebelum kedatangan Islam).

Ibnu Abbas menceritakan, ketika Muhammad Rasulullah SAW belum lama sampai di Madinah, didapatinya orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyuro. Lalu mereka ditanya alasan yang menyebabkan puasa pada hari itu.
“Hari ini adalah hari kemenangan Musa dan Bani Israil atas Firáun. Karena itu kami berpuasa pada hari ini untuk menghormati Musa. “jawab mereka.
Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “Kami lebih pantas memuliakan Musa daripada kalian. “ Lalu beliau memerintahkan kaum Muslimin agar berpuasa pada hari Asyuro. (HR Muslim)

Namun agar puasa kaum Muslimin tidak sama dengan orang-orang Yahudi (yang berpuasa pada tanggal sepuluh Muharram saja), maka Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa dua hari yaitu pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram atau sepuluh dan sebelas Muharram.

Pahala puasa sunnah inipun disebutkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu. Muhammad Rasulullah SAW bersabda: “Puasa hari Asyuro dapat menghapuskan dosa selama satu tahun yang lalu. “ (HR Muslim).
***

Tulisan ini dibuat sekedar untuk mengingatkan kepada kita (terutama kepada diri saya sendiri) yang berniat untuk membersihkan hati, menggugurkan dosa-dosa kecil, dan mempertebal iman kita di antaranya dengan memperbanyak ibadah puasa sunnah.

Selamat berpuasa...



source: eramuslim

Wednesday, December 19, 2007

QURBAN TERBAIK

Oleh : Jojo Wahyudi


Kuhentikan Mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu Mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan. Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti, sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang pengorbanan Nabi Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti. Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang, ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

" Berapa harga kambing yang itu Pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat tersebut.

" Yang coklat itu yang terbesar Pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah tidak kurang" kata is pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

" Tidak bisa turun Pak?" kataku mencoba bernegosiasi.

" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba Mahal" si pedagang bertahan.

" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama

" Maaf Pak, masih jauh." ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

" Oke Pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku

" Masih belum nutup Pak " ujarnya tetap cuek

" Yang sedang Mahal kan harga minyak Pak. Kenapa kambing ikut naik?" ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang ke sini sendiri.Tetap saja harus di angkut Mobil Pak, Dan Mobil bahan bakarnya bukan
rumput" kata is pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, a lot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari is coklat. Lumayan bila Ada perbedaan harga lima ratus ribu. Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban Mobil.

Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya. Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini selangit.

" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian

" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah" katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan harga kambing coklat Mega Super tadi. Meskipun pakaian "korpri" yang Ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih terlihat segar.

" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum

" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek.

" Weleh larang men regane (Mahal benar harganya) ?" kata is kakek dalam bahasa Purwokertoan " bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.

" Cari kambing yang lain aja kek. " is pedagang terlihat semakin malas meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik LAN gagah Qurban taun iki (Aku mau yang terbaik Dan gagah untuk Qurban tahun ini) Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan Dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya. " Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejak tadi. Dengan wajah masih ragu tidak percaya is pedagang menerima uang yang disodorkan si kakek, kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini Ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan selembar lima puluh ribuan

" Ora Ono ongkos kirime tho...?" (Enggak Ada ongkos kirimnya ya?) si kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur memberikan lima puluh ribu ke kakek " mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah)

" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya " tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya), sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman, takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda Pasir Mukti, InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-trail milikku. Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik ke arah berlawanan dalam pandanganku. Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol, sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan oleh si kakek. Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiridengan mewah, rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunan pegawai rendahan.

Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai Manajer perusahaan swasta. Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus

Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di dunia fana. Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu




"Selamat Hari Raya Iedul Qurban - semoga keikhlasan (kita) dalam berkurban mendapat limpahan pahala dan limpahan rejeki dari Allah SWT , hingga bisa terus berkurban setiap tahun amiiiiien.."

Thursday, November 15, 2007

nice article

Prakata : I got this article from a very best friend of mine, he said his got this from his friend too.. nice article to read, to think and to share, so I share it to all of you, a very best friends of mine..enjoy!!!




Tulisan dari teman kirim email dari blog tetangga katanya... selamat menikmati.

Untuk Para Wanita –Ciptaan terindah

Pagi ini, 18 Agustus 2007 aku menerima sms dari seorang teman baikku. Seorang wanita. SMS tersebut menyebutkan bahwa dia menyukai seorang pria yang wajahnya cukup di kenal di televisi belakangan ini. Kebetulan aku cukup kenal dengan presenter muda berbakat itu dan kami sesekali SMS-an saling menanyakan kabar masing-masing. Kepada temanku itu aku berkata, "Sangat manusiawi hehehe... Tetapi dia sudah punya kekasih. Kalaupun belum kamu mesti bersaing dengan ratusan wanita yang mungkin memiliki rasa yang sama. Coba aja.."

Sejujurnya, aku sudah sering mendengar teman-teman wanitaku sharing dia menyukai pria ini, pria itu dan entah siapa lagi selanjutnya. Bahkan aku pernah membaca blog seorang wanita yang aku kenal baik, didalamnya ia menulis bagaimana ia suka dengan seorang pria dan sangat berharap dapat menjadi kekasihnya. Ia merindukan sang arjuna yang belum tentu tahu apa yang ia rasakan. Bagai pungguk merindukan bulan. Kasihan ...

Di usiaku yang sudah menginjak 28 tahun, tentunya aku memiliki banyak teman pria dan wanita yang sebaya denganku. Kalaupun dibawah atau diatas, usianya tidak jauh-jauh dari angka tersebut.
Aku coba untuk merenung, kenapa beberapa bahkan mungkin banyak teman wanitaku atau lebih tepatnya para wanita belum menemukan seorang pria yang bakal menjadi pasangan hidupnya. Padahal setahuku, bagaimanapun minus-nya seorang wanita (kalau ia menganggap dirinya demikian), paling tidak pernah satu kali "ditembak" pria, dengan kalimat ini, "Aku menyukaimu" atau "Bersediakah engkau menjalani hubungan yang lebih serius denganku?".

Kenapa aku bisa begitu yakin? Mari aku ceritakan:
Selama 5 tahun lebih aku bekerja di sebuah rumah produksi yang menayangkan acara Solusi di salah satu stasiun televisi swasta itu, banyak kisah nyata mirip Cinderella yang aku temukan. Ini benar-benar nyata! So rea! Bukan sinetron, bukan film.

Sebut saja Maria Beatrix, gadis yang pernah dijuluki "si buruk rupa" dengan bentuk tangan dan kaki yang sama sekali tidak sempurna, menggunakan kursi roda, namun menemukan "pangeran" yang baik hati berdarah Inggris. Pria ini begitu setia mendampinginya bahkan berhasil mengajarinya berenang. Hari ini mungkin mereka sudah menikah.
Ada juga Indrawati, manusia terpendek Indonesia yang pernah masuk MURI karena bisa melahirkan dengan normal. Kalau melihat bentuk fisiknya, sangat tidak sempurna, namun menemukan seorang suami dari kalangan terhormat dan sangat mencintainya dengan sepenuh hati.

Di Bandung, kami juga memiliki narasumber si pelukis Patricia Saerang, seorang yang melukis dengan kakinya atau mulutnya karena tidak memiliki tangan. Namun menemukan pria berdarah Eropa yang sangat mencintainya. Hari ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.

Jadi, kalau mau banding-bandingan dengan wanita-wanita yang aku sebutkan diatas, bagaimana mungkin kalau teman-teman wanita ku itu belum bisa menemukan "sang pangeran cinta" ? Busyett! Kalau mau banding-bandingan, teman-teman wanitaku itu tergolong wanita yang cantik, dengan fisik yang nyaris sempurna dan memiliki pekerjaan yang bagus. Setelah aku analisa, inilah inti permasalahannya:
Ternyata banyak wanita tidak tahu kuncinya. Untuk membuka baut ukuran 12, kita harus menggunakan kunci ring atau kunci pas dengan ukuran yang sama, 12. Sebut saja hal apa lagi yang lain sebagai perumpamaan. Dari zaman Adam dan Hawa sampai sekarang, wanita memang didesain untuk tidak memulai terlebih dahulu dalam hal cinta.

Ekstrimnya, wanita dilarang jatuh cinta terlebih dahulu dan mengejar-ngejar pria. Karena wanita memang tidak di desain untuk itu. Perihal ada budaya di daerah tertentu dimana pria di lamar oleh wanita, aku sangat tidak berminat membahasnya. Dan sampai hari aku masih menganggapnya sebuah keanehan. Aneh! Namun aku menghormatinya.

Aku suka kata-kata ini: Cowok menang milih, cewek menang nolak! Kedengarannya win-win solution. Ya - bisa begitu. Cowok memang bisa memilih wanita mana saja yang dia suka. Cowok bisa saja jatuh cinta dengan wanita mana saja yang hatinya memang "jatuh". Toh, sampai hari ini jumlah cewek di dunia ini jauh lebih banyak dari cowok.
Di Batam, para wanita bahkan sering bertengkar memperebutkan pria, karena komposisi antara wanita dan
pria di kota ini memang sangat tidak seimbang. Jumlah wanitanya jauhh lebih banyak dari pria.

Cowok kalau nembak cewek ditolak, respon selanjutnya ada dua, pertama: mencoba lagi untuk kedua, ketiga, keempat, atau kesekian kalinya atau kedua, tidak melanjutkan dan berkelana mencari yang lain lagi. Toh, jumlah wanita jauh lebih banyak dari pria. Dan harga diri seorang pria tidak akan turun dan tercabik-cabik hanya karena cintanya ditolak. Karena pria seorang pejuang sejati, dia pasti akan mencoba dan mencoba lagi. Sampai dapat! "Emang cewek elo doang?" . Pikiran seperti itu ada kadang di sana .
Tetapi kalau wanita begitu agresif terhadap pria, lalu kemudian ditolak hehhee $B!!(B.. Jawab sendiri kata yang tepat untuk itu.

Pria dan wanita sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih maka berarti cowok menang nolak!
Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak "bermain" pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah "menang" milih cowok yang mana aja?

Untuk menjawab pertanyaan ini, aku mau membagikan hal ini kepada para wanita, khususnya.
Paling tidak ada dua wanita yang paling dekat denganku, yang aku ketahui sangat bahagia. Pertama adalah ibuku sendiri. Ya, mama. Ibuku melepaskan masa gadisnya ketika usianya 23 tahun, dilamar ayahku, seorang pria tampan berumur 32 tahun dengan tubuh proposional.

Ketika pertama kali bertemu ibuku, ayahku benar-benar jatuh cinta kepadanya. Padahal saat itu, seorang wanita sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya pria tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun wanita itu memaksanya. Ayahku pria sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta. Mereka menikah pada tahun 1978. Ayahku berkali-kali jatuh cinta dengan wanita yang sama, yaitu ibuku.

Usia pernikahan mereka sudah 29 tahun dan perkawinan mereka bertambah kuat dari hari ke hari. Aku pikir, ibuku adalah wanita yang paling bahagia di bumi ini karena dia tahu kuncinya. Dia dicintai dan diperlakukan bak ratu.

Kemudian yang kedua, saudaraku satu-satunya. Adik perempuanku yang manis itu. Di usianya yang 26 tahun seorang pria yang sangat mencintainya dan telah setia menunggunya selama 6 tahun, menyatakan keinginannya untuk menghabiskan waktunya nanti bersamanya. Meskipun enam tahun yang lalu, adikku tidak meresponinya, namun akhirnya ia luluh juga. Kali ini adikku tahu kuncinya: bahwa wanita didesain untuk DICINTAI dan bukan memulai untuk mencintai.

Sebelumnya, aku tahu adikku berharap dapat menjalani hubungan dengan seorang pria gagah dari angkatan laut. Namun pria itu ternyata tidak sepenuh hati mencintainya. Ia sadar, bahwa ia harus melupakan pria itu dan memberi kesempatan untuk yang lain. Hari ini adikku, diperlakukan bak ratu oleh kekasihnya. Begitu dicintai, dilindungi, diperhatikan dan hubungan mereka semakin menunjukkan kualitas yang semakin baik, hari ke hari.
Aku pikir, adikku wanita yang paling bahagia saat ini. Karena seorang pria datang kepadanya dan mencintainya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa.

Sebaliknya, aku menemukan ada wanita yang memulai terlebih dahulu, begitu agresif dan sangat mencintai seorang pria dan akhirnya memang mendapatkannya dan bahkan menikah dengannya. Namun sayang, sesungguhnya dia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya. Karena suaminya punya cinta yang lain. Dan wanita itu harus membayar harganya. Sangat mahal. Ia harus berkorban selama perkawinannya berlangsung. Ia harus berkorban materi yang terus-menerus dan yang paling menyedihkan selalu korban perasaan.

Padahal bukankah seharusnya suaminya yang memenuhi kebutuhan materinya? Muka mereka menjadi begitu kusut dan tubuh mereka menjadi begitu kering. Karena tidak 'disirami' cinta suaminya. Karena sekali lagi, suaminya punya cinta yang lain.

Para wanita, daripada engkau mencintai pria yang tidak mencintaimu, atau hanya sekedar berpura-pura mencintaimu, mengapa engkau tidak belajar mencintai pria yang sangat mencintaimu dan memperlakukanmu dengan begitu berharga? Mungkin awalnya engkau tidak begitu menyukainya. Namun jika mengingat bahwa ia begitu mencintaimu, mengapa wanita tidak mencoba untuk BELAJAR mencintainya dan memberinya kesempatan.

Percayalah bahwa dalam kamus pria tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau wanita yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa pria adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, wanita bisa BELAJAR mencintai.
Tatkala melihat kegigihan seorang pria yang tidak pernah berhenti menaklukkan hatinya, tatkala melihat pengorbanan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan, aku mendengar banyak kesaksian akhirnya wanita menyerah.

Berdasarkan apa yang aku lihat, bahkan aku mengadakan riset untuk hal ini, wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya. Bukan jatuh cinta dengan pria yang pura-pura jatuh cintanya kepadanya.
Bagi pria, Anda dilarang untuk berpura-pura jatuh cinta. Karena setelah engkau menjalaninya, lama-lama pura-pura itu akan hilang dan engkau pasti akan berkelana mencari cinta yang lain. Bukan yang pura-pura. Karena bagaimanapun engkau tidak bisa membohongi dirimu sendiri.

Kalau aku mencoba untuk pura-pura mencintai wanita yang pernah sangat mencintaiku, mungkin hari ini aku sudah memiliki anak dengannya dan sudah menjadi orang kaya secara materi. Tetapi aku pasti membuatnya menderita karena kepura-puraan itu. Aku akan berkelana mencari cinta yang lain. Dan itu sangat menyakitkan. Karena hubungan itu sudah sampai kepada pernikahan, mau tidak mau kita harus tetap meneruskannya, kalau tidak mau anak-anak yang menjadi korban perceraian. Namun harganya terlalu mahal untuk dibayar. Para pria tidak dibenarkan untuk menjadi begitu brengsek dan memanfaatkan wanita yang jatuh cinta kepadanya, sementara itu sendiri punya cinta yang lain. Para pria tidak dibenarkan menjadi begitu bejat untuk memanfaatkan uang, fasilitas dan materi yang diberikan oleh wanita yang mencintainya, dengan harapan bisa mendapatkan cinta sang pria. Itu pria yang licik dan pengecut.

Untuk para wanita, mungkin kalian gelisah di usia yang hampir menginjak kepala tiga belum menemukan pasangan sejati. Mungkin ia sudah datang, tetapi Anda datang, tetapi Anda menolaknya. Karena memang anda didesain untuk "menang nolak".

Tetapi mungkin saja anda lupa kuncinya. Kuncinya adalah anda sebaiknya jangan memulai terlebih dahulu dan kalau sulit menjangkaunya, anda menjadi begitu agresif. Anda harus tahu kuncinya bahwa anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar pria.
Berulang kali kukatakan kepada teman-teman wanitaku. "Kalau ada seorang pria yang datang kepada kalian dan menyatakan cintanya, berpikirlah dua kali untuk menolaknya." Jangan sampai anda menyesal di kemudian hari.

Aku tidak menyarankan kalian untuk terburu-buru menjawab, "Ya". Aku hanya mengatakan, "Berpikir dua kali terlebih dahulu untuk menolaknya." Siapa tahu, ini cinta sejatimu?
Wanita, anda begitu berharga. Ciptaan terindah. Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi dan aku tidak tahu harus menyebutnya apa lagi .. ; Kalian ditentukan untuk diperlakukan bak ratu setiap hari.

Karena manusia ditentukan untuk hidup berpasang-pasangan, hai para wanita, bersiap-siaplah seorang pangeran cinta datang kepadamu, menyatakan betapa ia ingin menghabiskan waktunya bersamamu, dan memberikan seluruh cintanya kepadamu. Namun, ketika pangeran cinta itu datang, apakah engkau akan langsung menolaknya? Atau "berpikirlah dua kali untuk berkata 'tidak'", karena siapa tahu ini orang yang akan memperlakukanmu bak ratu. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, "Aku mencintaimu walaupun - ."

Tulisan ini aku dedikasikan untuk para wanita - Ciptaan Terindah





saya pernah mengalami situasi seperti ini, menolak cinta, sekarang sulit menemukannya kembali... but life goes on..BE POSITIVE!!! ----- blogging sambil diiringi lagu Once - Aku Mau ------

"...........Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
............"



tengkiyu Madjid buat artikelnya ;)


Thursday, April 26, 2007

hepi b'dei Mam....





it's been a half way journey of ur life
don't be sad
and
don't worry

coz i'll stand by u
everyday




happy b'day , Mam..
semoga ditetapkan nikmat iman dan islam
menjelang senjamu


tiba2 haru

Wednesday, March 7, 2007

Innalillahi wa inna illaihi roji'un

Kehendak-Nya tak bisa ditunda. Kehendak-Nya bisa membuat manusia tertawa riang atau menangis pilu. Namun yang pasti, kita harus bersikap positip terhadap segala kejadian itu.
Rasulullah SAW bersabda,
" Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan ia memuji Allah dan bersyukur. bila ditimba musibah, ia memuji Allah dan bersabar.." (HR Imam Ahmad).



Duka mendalam buat negeri ini yg tidak henti2 ditimpa musibah, semoga ada hikmah dibalik semua itu.

"Innalillahi wa inna illaihi roji'un"






*seakan ngga percaya menulis ini lagi setelah musibah gempa di jogja tahun lalu :( *

Saturday, March 3, 2007

poem of the day

I just got a beautifull poem from a friend of mine this morning, moral of the poem is "You just can not turn back the time", This is the poem:


Around the corner I have a friend,
In this great city that has no end,
Yet the days go by and weeks rush on,
And before I know it, a year is gone.
And I never see my old friends face,
For life is a swift and terrible race,
He knows
I like him just as well,
As in the days when I rang his bell.
And he rang mine but we were younger then,
And now we are busy, tired men.
Tired of playing a foolish game,
Tired of trying to make a name.
"Tomorrow" I say! "I will call on Jim
Just to show that I'm thinking of him."
But tomorrow comes and tomorrow goes,
And distance between us grows and grows.
Around the corner, yet miles away,
"Here's a telegram sir," "Jim died today."
And that's what we get and deserve in the end.
Around the corner, a vanished friend.
Remember to always say what you mean.


Saturday, February 10, 2007

Pohon....Daun...Angin

POHON
Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKu telah berpacaran sebanyak 5 kali...Ada satu wanita yang sangat AKU cintai...tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya...Dia tidak cantik...tidak memiliki tubuh yang sexy..Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya..sangat menyukainya..Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandiriannya..kepandaiannya dan kekuatannya..Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena..AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku..
AKU takut..jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang..
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...Alasan yang tarakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...Ketika AKU menggandeng tangan pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...DIa hanya tersenyum dengan berwajah merah...,setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah..AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis..tapi AKU tertawa..bercanda dengannya seharian di ruang itu..Di sudut ruang itu dia menangis..dia tidak tau bahwa AKu kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal..Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana...Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...Pernah sekali mereka berdua perang dingin.AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku..AKu berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget..
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke-5, AKu mengajaknya pergi.. Setelah kencan satu hari itu..AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..

AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
DIa berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang..
AKU tau pria itu..dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik..
AKU tidak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya..Seperti ada batu yang sangat besar didadaku..AKU tidak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apadaya..
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya..
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...
Handphoneku bergetar..ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...

SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?"



DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 tahun AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya-CEMBURU-...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.
Mereka hanya bersama selama 2 bulan...Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi..
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya?Jika dia mencintaiku,mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih..Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa..AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta bertepuk sebaleh tangan..
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati..AKU tau kesukaannya..kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui..Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan.Diluar itu,AKU mau tetap disampingnya..memberinya perhatian..menemani..dan mencintainya..Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam..mengharapkan mengirim SMS..AKU tau sesibuk apapun dia pasti meluanggkan waktunya...
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu..Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...Akhir tahun ke-3, seorang pira mengejarku..setiap hari dia mengejarku tanpa lelah..
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberinya ruang kecil di hatiku untuknya?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon..
Akhirnya,AKU sadar bahwa AKu ingin memberi ANgin ini ruang yang kecil dihatiku..
AKU tau ANgin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik..
AKhirnya AKU meninggalkan Pohon...
tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal..
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku..

"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?!"



ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama DAUn..
karena dia sangat bergantung pada POHON..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat..
ANgin akan meniup DAUN terbang jauh...
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memperhatikan POHON...
KEtika POHON berbicara dengan gadis2, ada cemburu dimatanya..
KEtika Pohon melihat ke arah DAun, ada senyum dimatanya..
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku..seperti Daun yang suka melihat POHON...
Satu hari saja tak kulihat dia..AKU merasa sangat kehilangan..
DI sudut ruang itu, ku lihat Pohon sedang memperhatikan DAun..
Air mengalir di mata DAun ketika POhon pergi..Esoknya..KU lihat DAun ditempatnya yang biasa sedang memperhatikan POhon..AKU melangkah dan tersenyum padanya..KUambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya..
Dia sangat kaget..Dia melihat ke arahku,tersenyum dan menerima kertas dariku..
Esoknya..dia datang... menghampiriku memberikan kembali kertas itu..HAti DAun sangat kuat dan ANGin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu kerena DAUN tidak mau meninggalkan POhon.AKu melihat kearahnya..kuhampiri dengan kata2 itu...Sangat pelan..dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telp ku..AKU tau orang yang dia cintai bukan AKu..tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku..Selama 4bln, AKU telah telah mengucapkan kata cinta tidak kurang dari 20 x kepadanya..Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah..Keputusanku bulat..AKU ingin memilikinya...dan berharap dia akan menjadi pacarku..AKu bertanya, "apa yang kau lakukan?Kenapa kau tidak pernah membalas?
MEngapa kau selalu membisu?" DIa berkata. "AKU menengadahkan kepalaku"...
"AH?" Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar..."AKU menengadahkan kepalaku" dia berteriak..KUletakkan telephone..melompat..berlari seribu langkah..ke rumahnya..DIa membuka pintu bagiku..

"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?"

Saturday, January 27, 2007

SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN

true story from:
--Frank Slazak--


Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?.

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan?. Kenapa bukan aku?. Bagian diriku yang mana yang kurang?. Mengapa aku diperlakukan kejam?. Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai
dengan kehendak NYA





..nice thought...

Thursday, January 25, 2007

Good Lesson!!!



















moral of the story


Friday, December 22, 2006

belajar sabar..belajar ikhlas


"Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar,10)


" Robbanaa afrigh 'alaina shabraw wa tawaffanaa muslimin."
(Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu )






Moga kejadian hari ini membuat saya jadi lebih sabar dan lebih ikhlas,..amiiien

Wednesday, June 28, 2006

Aly El Sahly's poem...

This poem was nominated poem of 2005 for the best poem, written by an African kid!!! (No wonder,..I was so touch when I finished the last line)

When I born, I Black,
When I grow up, I Black,
When I go in Sun, I Black,
When I scared, I Black,
When I sick, I Black,
And when I die, I still black..
And you White fella,
When you born, you Pink,
When you grow up, you White,
When you go in Sun, you Red,
When you cold, you Blue,
When you scared, you Yellow,
When you sick, you Green,
And when you die, you Gray..
And you calling me Colored ??


Aly El Sahly

Saturday, April 29, 2006

Saat Jodoh Tak Kunjung Datang

Karya : Mohammad Fauzil Adhim
Seminar "Mengetuk Gerbang Pernikahan Barakah" Kuala Lumpur, Ahad 20 Februari 2005


prayoga.info - Barangkali, Kitalah Penyebabnya

Menjelang tengah malam, seorang ikhwan mengirim SMS kepada saya. Dia seorang aktivis yang amat banyak menghabiskan waktunya untuk menyebarkan kebaikan. Bila berbicara dengannya, kesan yang tampak adalah semangat yang besar di dadannya untuk melakukan perbaikan. Kalau saat ini yang mampu dilakukan masih amat kecil, tak apa-apa. Sebab perubahan yang besar takkan terjadi bila kita tidak mau memulai dari yang kecil. Tetapi kali ini, ia berkirim SMS bukan untuk berbagi semangat. Ia kirimkan SMS karena ingin meringankan beban yang hampir ada kerinduan yang semakin berambah untuk memiliki pendamping yang dapat menyayanginya sepenuh hati.

SMS ini mengingatkan saya pada beberapa kasus lainnya. Usia sudah melewati tiga puluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pria usia
sekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hidup tanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika keriernya belum seberapa. Tetapi niatitu dipendam dalam-dalam karena merasa belum mapan. Ia harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar
bisa menyenangkan istri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat. Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan, 'Hai, cowok... Godain kita, dong.'

Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata, 'Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris.' Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tak bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta di hatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?

Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diridhai tak jarang kerana kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiri dengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun uang, tak ada lagi kekhawatiran pada
dirinya. Jabatannya yang cukup mapan di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.

Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius dengannya, tetapi demi karir yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas pacaran. Tak lebih. Sampai karier yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami,
sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu.

Masih banyak cerita-cerita sedih semacam itu. Mereka menunda pernikahan di saat Allah memberi kemudahan. Mereka enggan melaksanakannya ketika Allah masih memberinya kesempatan karena alasan belum bisa menyelenggarakan walimah yang 'wah'. Mereka tetap mengelak, meski terus ada yang mendesak; baik lewat sindiran maupun dorongan yang terang-terangan. Meski ada kerinduan yang tak dapat diingkari, tetapi mereka
menundanya karena masih ingin mengumpulkan biaya atau mengejar karier. Ada yang menampik 'alasan karier' walau sebenarnya tak jauh berbeda. Seorang akhwat menunda nikah mesti ada yang mengkhitbah karena ingin meraih kesempatan kuliah S-2 ('Tahun depan kan belum tentu ada beasiswa'). Ia mendahulukan pra-sangka bahwa kesempatan kuliah S-2 tak akan datang dua kali, lalu mengorbankan pernikahan yang Rasullah Saw. Telah memperingatkan:

"Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi."
(HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).



Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan oleh Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar'i, dan akhirnya mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah
benar-benar gelisah, tetapi tak kunjung ada yang mau serius dengannya.

Kadangkala, lingkaran ketakutan itu terus belanjut. Bila di usia-usia dua puluh tahunan mereka menunda nikah karena takut dengan ekonominya yang belum mapan,
di usia menjelang tiga puluh hingga sekitar tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki sering mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30 tahun). Mereka menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula dengan kriteria tentang jodoh, ketika kita menetapkan kriteria yang terlalu banyak, akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, masalah mereka bukan soal kriteria, tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia 40-an, ketakutan yang dialami oleh laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya, banyak kriteria yang dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi istri dengan baik. Lebih lebih ketika usia sudah beranjak mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Ada kekhawatiran jangan-jangan di saat anak masih kecil, ia sudah tak
sanggup lagi mencari nafkah. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan (karena tabungan yang melimpah), jangan-jangan ia sudah mati ketika anak-anak masih perlu banyak dinasehati. Bila tak ada iman di hati, ketakutan ini akhirnya melahirkan keputus-asaan. Wallahu A'lam bishawab.

Ya... ya... ya..., kadang kita sendirilah penyebabnya, kita mempersulit apa yang telah Allah mudahkan, sehingga kita menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan. Kita memperumit yang Ia sederhanakan, sehingga kita terbelit oleh kerumitan yang tak
berujung. Kita menyombongkan atas apa yang tidak ada dalam kekuasaan kita, sehingga kita terpuruk dalam keluh-kesah yang berkepanjangan.

Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita dan memudahkan urusan kita.
Laa ilaaha illa Anta, subhanaka inni kuntu
minazh-zhalimin.

Berkenaan dengan sikap mempersulit, ada tingkat-tingkatannya. Seorang menolak untuk menikah boleh jadi karena matanya disilaukan oleh dunia, sementara agama ia tak mengerti. Belum sampai kepadanya pemahaman agama. Boleh jadi seorang menunda-nunda nikah karena yang datang kepadanya beda harakah, meskipun tak ada yang patut dicela dari agama dan akhlaknya. Boleh jadi ada di antara kita yang belum bisa meresapi keutamaan menyegerakan nikah, sehingga ia tak kunjung melakukannya. Boleh jadi pula
ia sangat memahami benar pentingnya bersegera menikah, sudah ada kesiapan psikis maupun ilmu, telah datang kesempatan dari Allah, tetapi... sukunya berbeda, atau
sebab-sebab lain yang sama sepelenya.



Ada Yang Tak Bisa Kita Ingkari

Kadang ada perasaan kepada seseorang. Seperti Mughits --seorang sahabat Nabi Saw-- kita selalu menguntit kemana pun Barirah melangkah. Mata kita mengawasi,hati kita mencari-cari dan telinga kita merasa indah setiap kali mendengar namanya. Perasaan itu begitu kuat bersemayan di dada. Bukan karena kita menenggelamkan diri dalam lautan perasaan, tetapi seperti kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengutip dari Al-Madaa'iny, "Andaikan orang yang jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta."

Perasaan ini kadang mengganggu kita, sehingga tak sanggup berpikir jernih lagi. Kadang membuat kita banyak berharap, sehingga mengabaikan setiap kali ada yang mau serius. Kita sibuk menanti --kadang sampai membuat badan kita kurus kering-- sampai batas waktu yang kita sendiri tak berani menentukan. Kita merasa yakin bahwa dia jodoh kita, atau merasa bahwa jodoh kita harus dia, tetapi tak ada langkah-langkah pasti yang kita lakukan. Akibatnya, diri kita tersiksa oleh angan-angan.

Persoalannya, apakah yang mesti kita perbuat ketika rasa sayang itu ada? Inilah yang insya-Allah kita perbincangkan lebih mendalam pada makalah Masih Ada Tempat untuk Cinta. Selebihnya, kita cukupkan dulu pembicaraan itu sampai di sini.




Tuhan, Jangan Biarkan Aku Sendiri

Di atas semua itu, Allah bukakan pintu-pintu-Nya untuk kita. Ketuklah pertolongan-Nya dengan do'a. Di saat engkau merasa tak sanggup menanggung kesendirian, serulah Tuhanmu dengan penuh kesungguhan, 'Tuhanku, jangan biarkan aku sendirian. Dan Engkau adalah sebaik-baik Warits.' (QS. Al-Abiya': 89).

Rabbi, laa tadzarni fardan wa Anta khairul waritsin.

Ini sesungguhnya adalah do'a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya untuk memohon keturunan kepada Allah Ta'ala. Ia memohon kepada Allah untuk menghapus kesendiriannya karena tak ada putra yang bisa menyejukkan mata.

Sebagaimana Nabi Zakariya, rasa sepi itu kita adukkan kepada Allah 'Azza wa Jalla semoga Ia hadirkan bagi kita seorang pendamping yang menenteramkan jiwa dan membahagiakan hati. Kita memohon kepada-Nya pendamping yang baik dari sisi-Nya. Kita memasrahkan kepada-Nya apa yang terbaik untuk kita.

Kapan do'a itu kita panjatkan? Kapan saja kita merasa gelisah oleh rasa sepi yang mencekam. Panjatkan do'a itu di saat kita merasa amat membutuhkan hadirnya seorang pendamping; saat hati kita dicekam oleh kesedihan karena tidak adanya teman sejati atau ketika jiwa dipenuhi kerinduan untuk menimang buah hati yang lucu. Panjatkan pula do'a saat hati merasa dekat dengan-Nya; saat dalam perjalan ketika Allah jadikan
do'a mustajabah; dan saat-saat mustajabah lainnya.

Seminar "Mengetuk Gerbang Pernikahan Barakah" Kuala
Lumpur, Ahad 20 Februari 2005
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim