menurut pengalaman dia, naik komuter enak banget, angkutannya ber-ac, ngga ada pedagang asongan, pengamen dll... copet? ada dunks #eh. memang selalu penuh, apalagi di jam berangkat dan pulang kantor, cuman berhubung nyaman jadi berdiri pun ngga masalah. beda komuter beda krl ekonomi, tarifnya aja udah beda jauh krl ekonomi bertarif dikisaran Rp 1500,- sedang komuter Rp 6500,- sama-sama berhenti di tiap stasiun, cuman si komuter ini tidak memberlakukan sistem abodemen *eh bener ngga ya nulisnya?* lumayan mahal juga, tapi worthed lah ;)
saya dulu, semasa kuliah jg sempat jadi pelanggan kereta api, cuman masih jaman krl ekonomi, malah kadang naik krd alias kereta api diesel, nah pengalaman dengan krd ini yang seru. krd ini melayani rute purwakarta-stasiun kota, ibaratnya jadi kayak urbanisasi, dari desa ke kota, yang kadang penumpangnya memang niat menjual hasil tani mereka ke kota, jadi udah lumrah dengan isi kereta yang kebanyakan pedagang yang membawa barang dagangannya, malah pernah juga sampe bawa hewan ternak buat dijual hahahaha......ironisnya krd ini cuman ada dipagi buta dan beroperasi lagi menjelang matahari terbenam. perjalanan stasiun kota-purwakarta yang menjelang malam itu dan terbatasnya sarana penerangan didalam kereta, membuat pihak KAI menyediakan lilin di tiap lorong, pokoknya romantis abis dweeh....
seninya naik kereta di indo, secara rutin pulang-pergi dengan kawanan yang sama, sampai2 ada yang membentuk geng, perkumpulan arisan, bahkan ada juga yang cinlok dan jadian uhuyyyy...romansa di kereta. saya? waahh mana sempat, saya dulu termasuk "pejuang" dalam berebut kursi kereta, pokoknya serobot blehh dapet tempat duduk, pasang earphone, melanjutkan tidurrrrr......hahahaha... kangen naik kereta euyyyy