Tuesday, August 23, 2011

Preparing The Wedding Part 3 : Me Time...!

Setelah berkutat dengan urusan2 yang saya anggap sepele tapi ternyata melelahkan, waktunya memanjakan diri....pilihannya jatuh ke salon yang lumayan jauh dari rumah saya tapi masih dikisaran bekasi, Nadya Salon *plis gugling aja mengenai salon ini yaaa..lagi males kasih link hehehe - ditimpuk* 



Eniwei, setelah buking 2 hari sebelumnya, sesuai dengan info yang saya dapat, sabtu pagi sekitar jam 7 saya sudah meluncur kesana, berdua adik saya yang ikut2an pengen nyalon juga, yowes.... jam 8 lewat sampai sana, parkiran masih kosong bowww.. dan langsung disambut si mba2 resepsionis yang ramah, ketika kita bilang klo sudah buking sebelumnya, langsung aja diarahkan ke mba2 yang akan melayani kita. Kemarin kita pilih paket spa-B dengan harga Rp 175rb, paketnya terdiri dari massage, lulur, bleaching, masker madu-susu, whirpool,  dan meni-pedi, saya tambahkan masker tomat utk rambut seharga Rp 60rb, nyalon itu sendiri lumayan makan waktu, menurut info si mba-nya memakan waktu 3 jam, pas kita jalani, setengah 2 siang kita baru keluar parkiran..weewww lama yaa hehehe... tapi menyenangkan, dan langsung aja janjian dengan adik saya klo kita kudu sering2 menikmati "Me-Time" inih :D




Thursday, August 18, 2011

Preparing The Wedding Part 2 : Hunting Souvenirs, Desain Invitation Card

Melanjutkan episode yang lalu, setelah urusan yang besar2 selesai, lanjut ke urusan yang kecil2....pritilan yang wlo terlihat kecil tapi bila terlupakan akibatnya sangat besar....yaitu masalah kartu undangan dan sopenir.

Perihal Sopenir
Sudah menjadi tradisi bila di indo, para tamu yang datang ke suatu acara pernikahan, boleh dirumah atau digedung, pasti akan diberikan sebentuk tanda ucapan terimakasih yang disebut sopenir, saya agak meremehkan masalah sopenir inih, aaah apa susahnya urusan sopenir,pikir saya.. jadilah saya baru belanja sopenir diakhir bulan lalu bertepatan dengan akan dimulainya bulan puasa.

Pasar jatinegara adalah tujuan utama saya, setelah sebelumnya mendapatkan masukan dari teman2 yang sudah menikah, sengaja berangkat agak siang, pikir saya, serame apa sih pasar ini apalagi setelah munculnya banyak pusat perbelanjaan.....ternyata RAME ajahhh....macet...padat...apa karena hari terakhir menjelang puasa ya?

Pusat sopenir di pasar ini terletak di lantai dasar alias basement, pas masuk sana berjejer pulau2 eh maksudnya berjejer tukang sopenir dengan dagangannya yang beraneka ragam.... bingung? pastinya. Duh, mau pilih yang mana saya, sengaja padahal saya ajak adik saya supaya bisa memberi masukan eh ternyata dia malah sibuk sendiri, membayangkan sopenir versi yang akan dia pakai utk pernikahannya kelak..dwoooh (-.-")

Setelah nyaris dua jam keliling, akhirnya menemukan juga sopenir yang pas dihati dan pas dikantong.


Perihal Kartu Undangan
Seperti halnya sopenir, perihal kartu undangan juga saya anggap mudah, apalagi sebelumnya saya sudah sempat menyambangi percetakan dekat rumah dan telah menetapkan satu model. Dan sesuai dengan pesan si dia, bahwa undangan ngga perlu terlalu "wah" toh pada akhirnya akan dibuang ke tempat sampah, dan saya setuju dengan pendapatnya. Tadinya mau bikin undangan berbentuk kipas, ya biar sedikit long-lasting gitu...tapi kayaknya saya kurang sreg. Di detik2 terakhir mau pesan undangan didekat rumah, adik sepupu saya menawarkan mendesain dan membuat sendiri kartu undangan, pikir saya wah lebih terpercaya nih...okelah saya terima tawarannya.


Ternyata yang dimaksud membuat sendiri itu = mengurus sendiri, jadi setelah desain di-acc, mulailah perjalanan kita dalam membuat kartu undangan, dari membuat film yang akan di pakai untuk mencetak undangan, belanja kertas, ke percetakan, ke tukang finishing.... nyari seminggu penuh kami mengurus inih, dan hampir 2x sehari saya keluar kantor ditengah hari bolong di bulan puasa pula. Alhamdulillah sabtu kemarin undangan selesai *phewww*


footnote :
mohon maaf...postingan kali ini tidak dilengkapi dengan skrinsut, harap maklum ^^

Thursday, August 4, 2011

Preparing The Wedding Part 1 : Hunting location and Food Testing

Holaa... memasuki hari keempat puasa, masih semangat kan puasanya?
Oke, buat yang masih ngga paham soal postingan saya yang lalu yg katanya ngga jelas ituh, well....saya sendiri juga masih ngga jelas eh ngga ding tapi masih ngga percaya diri klo sebentar lagi saya bakalan nikah juga hihihi.....oke, postingan perdana ttg persiapan menikah versi saya, berhubungan waktunya mepet jadi kadang ada beberapa keputusan yang kita terpaksa ambil duluan baru kasih tau orang rumah, efeknya ya kadang diomelin, didiemin tapi akhirnya terpaksa disetujui hahaha.... calon pengantin edan :p



Eniwei, proses kita memang aneh bin ajib *bukan ajaib yaa* hal yang pertama kita persiapkan setelah "dia" mengajak menikah bukan acara lamaran yg kita pikirkan pertama kali *eh dia ding yang mikir..saya  mah ngikut ajah* tapi cari tempat dan tanggal, berhubung saya orangnya ngga suka repot dan ngga mau ngerepotin orang, plus permintaan dia soal aksesibiltas dan lainnya, akhirnya kita putuskan buat hunting gedung, gedung pertama yang kita sambangi disekitaran pusat kota bekasi *rikwes bokap minta acara diadain dibekasi* dengan waktu pernikahan di hari wiken, dan hasilnya nol besar *yaiyalah nol besar, dimana2 orang buking gedung buat nikah itu minimal 3-6 bulan sebelumnya* akhirnya putar otak dan kita memutuskan utk cari hari lain diluar wiken, dan dapat wlo cuman tersisa 1 hari aja yang kosong di bulan yang kita maui *hehehe ternyata banyak juga ya ya married di hari kerja* setelah hasil ini kita dapat baru deh kita serahkan ke ortu, ortu saya tentu...ortu dia mah ngikut apa kata dia, dan tentu saja timbul perdebatan.... yayayaya... sistem pernikahan di indonesia memang "mengharuskan" campur tangan yang banyak pihak ortu atau orang yang dituakan. ya setelah semingguan penuh nyaris dua minggu berdebat dan mengalami masa tenang *halaaah* akhirnya ortu saya setuju juga, alhamdulillah.

Bila banyak orang mengatakan niat baik itu pasti ada aja halangannya, well.. memang terbukti, saya juga baru menyadari kenapa banyak orang yg hendak menikah pasti minta didoakan supaya lancar. ya buktinya perdebatan soal hari, tanggal dan tempat itu...ini blom sampe ke jumlah yang akan diundang, blom juga ngomongin soal katering mana yang akan dipake. Nah soal katering ini masuk agenda kita yang ketiga setelah budget dan mendapat restu soal hari, tanggal, jam dan tempat menikah.

Oke, bicara budget, biar gimana pun, budget merupakan hal yang paling krusial dalam sebuah perhelatan, mau pesta kecil, besar, tentukan dulu budget yang akan kita keluarkan plus persentase masing2 pihak dalam mendanai budget tersebut. setelah budget ditentukan,kita pun bergeser ke poin selanjutnya yaitu masalah katering. Sebenarnya di gedung yg akan kita sewa banyak vendor2 katering yang menawarkan jasa, saya sempat pula *nyaris tiap wiken* makan enak dan gratis  mendapat undangan dari berbagai vendor katering untuk icip2 gratis atau bahasa kerennya food-testing, kesimpulan saya semua vendor pada dasarnya menawarkan paket yang mirip2 wlo tak serupa, biasanya yang tak serupa itu terletak pada bonus tambahannya, bonus2 ini pula yang kadang menentukan harga. Setelah food-testing sana-sini, akhirnya pilihan kita jatuh pada afida katering, harganya memang melebihi budget yang kita sudah sepakati bersama, saya jg sempat ngambek pada dia, krn jadi lebih mahal, eh ternyata dia bersedia menambal kelebihan budget itu hihihi...

Urusan ini-itu sepakat, baru lah kita beralih ke acara lamaran....jeng..jeng.. klo pada umumnya orang baru akan mendiskusikan soal hari, tanggal, tempat dan budget pada saat lamaran, nah utk kita hal ini sudah clear, jadi acara lamaran lebih di fokuskan pada peresmian lamaran itu dan perkenalan keluarga besar. Acaranya sendiri cukup simple dan ngga ada acara2 ribet macam upacara penyambutan dan lain-lain.. simple dan fokus ke intinya.

Oke, cukup untuk episode perdana ttg persiapan, nantikan lanjutan ceritanya yaa... hohoho
dan seperti saya tulis di postingan ini, mohon doanya semoga lancar sampai hari-H ^^