Ahaiii.... jumpa lagi, sesuai janji saia di blognya niQue jadilah saia menceritakan pengalaman ttg pencopet. hmm sebenarnya judulnya rada saru sih, secara pas kejadian itu bukan saya yg dicopet, bahkan ngga ada yg jadi korban pencopet, lha trus kenapa juga cerita? tenang...tenang dulu sodara2, begini awal mula ceritanya.
 |
|
Wiken itu, saya janjian dengan seorang teman di atrium senen, berhubung yakin bakal dianterin pulang ngga ada kendaraan, saya pun menuju atrium dengan berkendara umum. pos pertama berhasil saya lewati, pos pertama yang dimaksud adalah jarak tempuh dari rumah saya ke terminal bus pulogadung. tinggal pos kedua, terminal pulo gadung menuju atrium senen, biasanya saya sih ngga mau panas dan ribet sama pengamen, makanya saya lebih sering menggunakan jasa transportasi busway, ntah kenapa hari itu, saya pengen cepat aja, dengan saumsi saya, nunggu busway kadang lama, udah gitu berhenti2 disetiap halte.....alesan lain, kebetulan jg saya udah telat hehehehe :p jadilah saya naik bus mayasari 507 jurusan pulo gadung-tanah abang, yang mangkal didepan pintu masuk terminal pulo gadung *catet ya didepan pintu masuk terminal*, seperti naik bus pada umumnya apalagi bus2 PPD or mayasari, usahakan sebisa mungkin hindari untuk duduk di barisan paling belakang, sebab disanalah gerombolan pencopet biasa ber-operasi. so, saya pun duduk dibarisan depan, baris ketiga, sebelah saya seorang ibu2 yang ramah dan sempat menawari saya permen, tapi dengan halus saya tolak.
Tidak berapa lama kemudian bus pun jalan perlahan, memasuki p4an kelapa gading terdengar suara gaduh dibarisan belakang, tak lama kemudian diikuti dengan jeritan2 minta tolong, penumpang lain terlihat cuek, saya apalagi, ngga lama kemudia jeritan minta tolong itu berubah menjadi teriakan "copet...copet..." woot? saya terhenyak, bersamaan dengan itu kepanikan melanda seluruh bus, penumpang memaksa meminta supir menghentikan bus dan turun, tadinya saya ngga mau ikutan kebawa panik, tapi apa daya ibu2 disebelah saya, memaksa saya utk memberi beliau jalan, saya bangkit dan menuju belakang supir, begitu menengok ke belakang, sang copet terlihat memamerkan pisau belati yang dia punya, tambah panik penumpang dan berebut turun dari bus yang sudah dalam posisi berhenti, saya kira sang copet bakal melakukan tindakan anarkis atau apalah....ternyata dia turun dari bus, beserta 3 orang temannya.....entah apa yang membuat mereka turun.
usai mereka berlalu, penumpang yang sudah telanjur turun kembali naik ke dalam bus, bus pun berjalan kembali, sang supir menggerutu, menyayangkan kenapa penumpang turun, dan kenapa penumpang laki2 bukannya melawan......yey, kenapa juga pak supir yg ngga melawan, siapa juga siy yang ngga ngeri melihat copet bersenjata pisau? setelah kejadian itu, para penumpang cenderung memenuhi barisan tengah dan depan, barisan belakang kosong, trauma mungkin. saya pun turun di atrium senen, dan tidak tau lagi bagaimana kelanjutan ceritanya.
gambar diambil dari sini
Melepas stress sepulang kerja, mampir ke gedung bioskop, udah buru2 teng-go eh malah pake acara dompet ketinggalan di laci meja kantor, alhasil balik kanan lagi deh xixixixi....... alhamdulillah sampe mall sempat sholat maghrib dulu baru ke menuju gedung bioskop buat pesan tiket *ga pake jajan, lagi bokek :p*
Setelah melihat2 jadwal film yang tayang, akhirnya diputuskan utk menonton "source code" alasannya simple, krn yang maen ganteng filmnya ngga terlalu lama, jam 18.30 tayang, 20.20 selesai *yang pada prakteknya sekitar jam 8 lewat dikit kelar*
Oke, kembali ke film, sinopsis lengkap bisa dibaca di sini
ulasan versi saya :
intinya, si Captain Steven (Jake Gyllenhal) ditugasin ke masa lalu (gak jauh2 bgt sih masa lalunya) untuk mencari tahu informasi tentang pelaku pengeboman di salah satu kereta, Steven sendiri merupakan prajurit yang ternyata sudah di anggap telah meninggal selama 2 bulan, karena kecelakaan saat perang di afganistan, yang ternyata otaknya digunakan oleh salah satu organisasi keamanan pemerintah USA, yang dipimpin oleh Jeffry Wright (sorry, lupa nama perannya hehehe).Disini dia berada didalam program source code yang menjadikan dirinya sebagai salah satu orang yang berada di dalam kereta tersebut, yaitu sebagai Sean, Stevens hanya mempunyai waktu 8 menit setiap dirinya masuk ke program tersebut, dan setelah 8 menit... daaaarrr..!! dirinya akan mati entah itu meledak karena bom atau karena ditembak dan kembali kemasa sekarang (waktu sebenarnya).Nah yang terlibat disini salah satunya adalah cewek yang duduk didepan dia, yaitu Christina (Michelle Monahgan), Steven sepertinya jatub cinta sama cewek ini.. Sehingga diakhir cerita, Stevens ngotot untuk masuk lagi ke program tersebut dan merelakan dirinya mati di dunia nyata hanya untuk menyelamatkan cewek ini di masa lalu,dengan mencoba untuk membatalkan misi pemboman kereta tersebut. Sebelumnya Stevens/Sean, sudah berhasil membongkar pelaku peledakan kereta tersebut.
Nah bagaimana kelanjutan ceritanya???Berhasilkan Stevens/Sean menyelamatkan cintanya dan seluruh penumpang kereta tersebut??? nonton sendiri ajah yaa..gak seru kan kalo diceritain semuanya..klo ada pertanyaan kenapa hanya 8 menit, well di film akan dijelaskan mengenai hal itu :)
Met menonton ^,^
holaaaa....pa kabar? long time no story :)
Kali ini saya mau posting soal perpanjang SIM, berhubung SIM udah mau kadaluarsa, dan ada kesempatan perpanjang, ya jadilah sabtu kemarin saya sempatkan mampir ke Polres Bekasi. Sebelumnya saya berniat utk memperpanjang SIM melalui layanan SIM Keliling, sempat browsing2 via um gugel, tapi informasi yang saya dapatkan soal layanan ini didaerah bekasi sangat minim. Tapi ada satu blog yang menyarankan agar saya langsung menghubungi langsung ke polres bekasi supaya mendapatkan info soal SIM keliling ini, satu nomor saya dapatkan,021-8841110 tapi begitu saya hubungin nomor tersebut tidak responsif menjawab, saya pun mencoba layanan 108, dan didapat 2 nomor utk menghubungi Polres Bekasi, 021-8863555 dan 021-88959212, jadilah saya hubungi salah satu dari kedua nomor tsb, nomor pertama saya dial, tersambung.
Saya : " Halo, Polres Bekasi"
Petugas : " Ya betul, ada yang bisa kami bantu?"
Saya : " Mau tanya mengenai jadwal SIM keliling, pak"
Petugas : " Iya"
Saya : "Biasanya beroperasi dimana saja pak?"Petugas : " Mbilnya sih selalu standby didepan Polres, klo mba lewat depan Polres ngeliat deh"
Saya : bingung dengan nada bicara si petugas, "umm klo besok ada dimana pak?"
Petugas : "Ya ngga tentu mba, kadang di harapan indah, kadang didepan hypermall, ya namanya jg SIM keliling"
Saya tambah bingung dengan jawaban si petugas, saya lanjut bertanya.
Saya : " Jadi hari dan jam berapa saja pak, layanan SIM keliling ini beroperasi"
Petugas : "Kami setiap hari, dari senin-sabtu jam 8 pagi sampai selesai, tapi ya gitu deh mba... ngga tentu, tergantung petugasnya, klo mau ya buka, klo ngga ya tutup"
Saya : heh?????
Saat itu runtuh sudah citra baik kepolisian dimata saya, sebelumnya jg belum pernah ada citra baik mereka dimata saya, sia-sia sudah perjuangan briptu norman menari india *lho*, ya pokoknya gitu deh.....jadi ilpil.
Tapi tekad memperpanjang SIM sebagai warga negara yang baik tetap membara *tsaaaah*, jadilah dengan modal pede sabtu pagi saya berangkat ke Polres, prosedur dan tatacara memperpanjang SIM sudah dikantong, intinya siapkan fotokopi KTP sebanyak 4 lembar, fotokopi SIM ngga perlu sih, tapi buat jaga2 aja siapkan 2 lembar, alat tulis berupa pulpen dan duit, usahakan bawa recehan biar urusan cepat dan yang paling penting JANGAN peduli dengan calo2 yang bergentanyangan disepanjang jalan masuk.
Urusan pelayanan SIM dibekasi, letaknya antara pengadilan tinggi negeri dan Polres bekasi itu sendiri, terdapat gang yang tidak terlalu besar, masuk aja nanti akan ketemu kerumunan banyak orang, nah disitulah hehehehe.... hal pertama yang harus dilakukan adalah test kesehatan, lokasi utk test kesehatan ini terletak di gedung BKN, sebelahan sama lokasi utk memperpanjang SIM, masuk aja kedalam, daftar sama petugas didepan pintu, nanti nama kita dipanggil, pas didalam ditanya soal tinggi dan berat badan, bayar sebesar Rp 22.000,- lalu pindah ke meja sebelah utk tes buta warna. selesai satu syarat. langsung masuk ke ruang pengurusan SIM, bayar dulu utk pembelian formulir di loket BRI, utk perpanjang SIM A dikenakan biaya Rp. 80.000,- dan SIM C sebesar Rp 75.000,- lalu antri ke loket 1 utk ambil formulir, diisi lalu kembalikan ke loket 2, sengaja saya ngga bayar asuransi, wong ngga wajib.... eh ternyata, HARUS, klo ngga saya ngga layani begitu kata petugas penjaga loket 2 yang saya ngga ketahui namanya. Tadinya saya cuek bebek, duduk di kursi antrian sembari browsing, tiba2 ada orang yang "baik hati" menginfokan soal asuransi itu, "ngga bakal diurus deh mba klo ngga bayar asuransi dulu". *sigh* dengan berat hati saya angkat pantat dari kursi menuju loket asuransi, setelah membayar sebesar Rp. 30.000,- *ini beneran ngga ikhlas* saya pun kembali ke loket 2 dan benar saja formulir saya DIPISAHKAN dari tumpukan... dooooh.
Oke, urusan selesai asuransi kelar, tinggal tunggu panggilan foto, lumayan lama... bottle-neck pengurusan SIM ternyata di bagian foto-mem-foto, wlopun kameranya sudah digital dan ada 3, tapi ya tetap aja ngga efektif, apalagi cara pembagian antrian utk difoto yang menurut saya masih semrawut. Jadi setelah dipanggil foto, kita disuruh menunggu didalam yang disediakan kursi yang terbagi atas dua bagian, satu bagian hanya bisa menampung sekitar 15 orang, bersebelahan dengan ruang tunggu foto, adalah ruang ujian tertulis SIM, kebetulan ngga banyak yang ujian, jadilah tempat itu diberdayakan sebagai ruang tunggu foto juga. Nah, kekacauan terjadi ketika hanya bagian ruang tunggu foto aja yang dipanggil, sementara yang duduk diruang ujian tidak dipanggil2 utk foto padahal mereka lebih dulu datang.......keluhan, amarah memenuhi sudut ruangan. Saya ngga apdet lagi apa yang terjadi kemudian secara saya sudah dipanggil utk foto. didalam ruang foto pun ngga kalah padat, tunggu antrian sambil berdiri, bagus ruangannya ber-AC. selesai foto, langsung keluar, ngga sampai 2 menit, SIM langsung jadi.
Total pengeluaran utk memperpanjang SIM A : Rp 22.000 + Rp 80.000 + Rp 30.000 = Rp 132.000,-
Total waktu utk pengurusan SIM : kurleb 2 jam
Moral of the story :
- ngga ada yang ribet dalam hal perpanjang SIM bila tau prosedur dan lika-likunya, sebaiknya pelajari medan dulu sehari sebelumnya :D
- utk pihak kepolisian, antrian utk foto, ada baiknya dibuatkan nomor antrian utk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
- diharapkan Polres Bekasi segera meng-aktif-kan kembali layanan SIM keliling